KARENA Jepang menjadi satu-satunya negara yang pernah diganjar bom atom, rakyatnya tahu betapa merusaknya efek buruk teknologi nuklir. Para seniman komiknya, para mangaka, kemudian membayangkan dunia yang memanfaatkan teknologi nuklir untuk kebaikan. Atom Boy atau Astro Boy muncul dari tradisi itu. Begitu juga Ultraman, yang kerap melawan monster alien atau hasil mutasi genetik radiasi nuklir. Ultraman telah beranak-pinak entah jadi berapa jenis.
Riseman, dari Korea, meneruskan tradisi alur cerita yang seturut Ultraman. Riseman adalah seri animasi 3D HD penuh aksi dan komedi yang menggambarkan petualangan Scott, seorang anak laki-laki yang baik hati namun canggung, yang dipilih oleh Space Police untuk menjadi superhero Riseman dengan kekuatan batu misterius. Riseman menjadi Ultraman-nya Korea.
Rivalitas Korea dan Jepang mirip hubungan cinta tapi benci Indonesia-Malaysia. Budaya popular Korea bangkit semula dengan meniru budaya pop Jepang. Dari peturut, Korea lalu bisa mengguncang dunia dengan Korean Wave (Hallyu).
Saat ini Korea dan Jepang tengah “berperang” dalam soft power memperebutkan pengaruh di dunia. Korea telah menang lewat dominasi K-Pop dan K-drama, mengalahkan J-Pop dan J-drama (dorama). Jepang masih menang dalam hal anime, namun lambat laun series animasi Korea juga kian digemari, seperti Tayo dan Pororo. Riseman menjadi pembuktian berikutnya dari Korea.
Di mana letak Indonesia? Oh, konon animator-animator series ini orang Indonesia, lho. Memang saat ini kita hanya jadi kuli dan tukang nonton, tapi bukan tak mungkin alih teknologi ini kelak melahirkan “Riseman versi Indonesia”. Semoga.
“RISEMAN S1” tayang di WeTV setiap hari pukul 11.00 WIB.
Advertisement