Di Ruang Redaksi yang Tak Pernah Padam
Puisi EsaiOleh : Cak ATUntuk para alumni mingguan Tempo, saya menuliskan puisi esai ini dengan nada yang tidak sekadar nostalgia, tetapi juga penghormatan kepada...
Elan Rendra: Anti Lembek dan Sontoloyo
Oleh: Dwi K Santosa“Aku muak kepada seniman-seniman mudayang tidak punya kegagahan jiwatidak mempunyai kelurusan pikiranpengendapan dan pengalaman”Itu adalah kalimat sebagai ungkapan kemarahan seorang WS...
Jam Gadang Menyaksikan Ayah yang Menembak Anaknya Sendiri
Sebuah Puisi Esai Mengenang 100 Tahun Jam Gadang di Bukit Tinggi
Oleh: Denny JA(Tahun 1958-1961, di Indonesia terjadi pemberontakan PRRI. Jam Gadang menyaksikan rasa...
Sajak Keras Kepala*
Karya Pril HusenoSiap siaplah engkau wahai kisanakapi peperangan abadi segera tibatiada waktu buat mengelak tiada tempat tuk sembunyikita semua adalah tombakkita semua adalah anak...
Takdir Anak Wayang
Puisi Pril HusenoRanjang bergerakDidorong harapan pulihparipurnaLalu lalang di depan Mereka yang menunggugiliranWajah tertutup maskerMata terpejamAlat pacu terpasang di kaki"Baru usai tindakan operasi"Bisik bisik beredarMemenuhi...
Bercerita Sejenak
Karya Alfiansyahaku pernah bercerita pada langitsaat matahari karam di wajahkuombak berisik seperti kepala sendiri,dan aku memilih pelan-pelan tenggelam dalam katahidupku: agenda yang tak pernah...
Love Scammer
Sajak Marlin Dinamikantonamaku Sumini cucunya mbah Ranu hobiku ani-ani tapi itu dulu saat padi tumbuh tinggi di dataran kering berdebu tubuhku terbenam rimbun padidibujuk...
Rindu tak Berpelepah
Puisi Naim Emel Prahanabersungguh-sungguh menggapailangit tak pernah terkulaitangan berakhir lalai, berapa kalitinggalkan sujud taklah lupa berulangkali sujudsekali menapak jalan ada waktu yang ditinggal pergipadahal...
Semua Telah Terjawab
Sajak Uda Afnan Maku tak bertanya kepada lautkemana perginya deburan ombakia milik pantai yang kesepian aku tak bertanya kepada gunungdimana tinggi derap pendakiankarena di...
Untaian Patah
Puisi Dhama DoveAwan putih abu abuBergelayut tenangDesir angin mengibas-ngibas Pucuk-pucuk pucat dedaunanSepasang burung melintasSayap-sayap tak patahAku disiniTak lagi menantiKarena sebentar lagi Ku kan melangkahJauh...jauhTak...

















