Update
Comberan Ego Amerika
Cerpen Absurd Gus Nas Jogja Aku berdiri di lantai paling atas Markas Besar PBB di New York, tapi gedung ini tidak lagi menjulang ke...
Apakah Lembaga yang Indonesia Menjadi Anggota Tetapnya Itu Layak Disebut Board...
(Setelah Agresi Keroyokan AS dan Israel terhadap Iran)
Oleh: Haidar BagirSetelah agresi militer keroyokan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran— membunuh Pemimpin Spiritual mereka...
Lifestyle Today
Curahan Hati Sang Ego
Puisi Rickardo ChairatSelalu bertanya tentang terang dan gelapItulah akuSibuk mencari jawaban, sampai lupa bersedekapEntah kenapa bisa begituKata 'tetapi" masih bersemayam dalam diriTerkunci, tak bisa...
Catatan Terakhirmu, Ibu
Puisi Anto Narasomakau bawa senyum itu, setelah usiamu rinduke kampung keabadianyang lama tak memberi kabartatkala napas terakhirmuberbincang sesaat ;hanya tangisan menganaksungai ke sejumlah...
20 Desainer dan Profesional Mode dari Prancis Berkunjung ke Yogyakarta
Yogyakarta, Kansnews.com - Sebagai bagian dari edisi ke-4 Program inkubasi Prancis-Indonesia “PINTU”, delegasi yang terdiri dari 20 desainer dan profesional Prancis dari pelaku sektor...
Planet di Ujung Napas
Catatan Cak ATBumi kini seperti manusia tua yang masih berusaha tersenyum meski paru-parunya penuh debu, darahnya dipenuhi plastik mikro, dan jantungnya —yang dulu berdenyut...
lukisan diturunkan
SAJAK AFNAN MALAYia lukis tanah airnyabarisan gunung-gunung tinggi tidak terdaki, indah darikejauhania lukis tanah airnyameliuk sungai-sungaijernih tidak teraih, indah darikejauhania lukis tanah airnya jurang-jurang...
Tinta Merah
Puisi Slamet WidodoAnak bangsa bertanya kejujuran.Melupakan tindakan kepalsuan.Menindas atas nama kebangsawanan.Di depan penyair jalanan.Jika syairnya menyusun gambaran.Di antara bara api dan embun kehidupan.Sesungguhnya kehakekatan...
Festival Sastra untuk Siapa?
Oleh: Muhammad Subhan*MENARIK membaca catatan pendek sebagai sebuah kritik dari pianis dan komponis bertaraf internasional, Ananda Sukarlan, di dinding Facebook-nya, Senin, 15 September 2025....
Lemah Lembut
Puisi Naim Emel Prahanadunia ini lemah lembutterlalu banyak pemberiannyayang kita tinggalkan pada jejaksaat kita berada di depan gerbang waktubeberapa saat lagi hitungannya telah berubahkita...











































