Puisi Slamet Widodo
Aku berfikir aku ada.
Aku merasa kuasa.
Aku diam menanti siapa.
Aku ada dimana².
Kacamata tidaklah sama.
Obyek di sana tiada beda.
Tafsir sebatas teori semata.
Aku dan kau tetaplah eka.
Tak sepatutnya semua di medan laga.
Pantaskah sama² bekerja.
Bukankah kerjasama ada iramanya.
Suara indah di panggung orchestra.
Keindahan ada tanpa tiba².
Rancang bangun sang penggagas berencana.
Sembunyi di balik tembok rekayasa.
Ajarkan tata titi rajut sempurna.
Andai sonya merata di jiwa.
Tak timpang ada penggagas utama.
Bukankah struktur nalar bak piramida.
Di atas pundak kita sangga.
Tandu Soedirman seharga negara.
Lidah Bung Tomo kepal tangan pemuda.
Secarik kertas sakti Bung Karno Bung Hatta.
Binatang jalang sang pujangga.
Delapan puluh tahun merdeka.
Dasa windu terjajah tak terasa.
Sekeping surga di rajah mantra angkara.
Keindahan berbalur duka lara.
Aku berfikir aku menanti.
Sang penggagas kembali.
Menegakkan sendi² negeri.
Cipta kondisi sejahtera abadi.
Rabu,02042025
KG Yk
Advertisement