
Sajak Marlin Dinamikanto
burung-burung terbang murung
setiap melintas langit hambalang
jiwanya yang liar terkurung
tak punya jalan pulang
kakinya dirantai gelang emas
atap langit cemas
kabar baik sudah digilas
dewa-dewa yang culas
tak ada musyawarah burung
ujar Fariduddin Attar
sebab hudhud enggan bertarung
taklukan lembah yang cengkar
sesungguhnya hai angkara
semesta sudah sering bicara
tapi dewa-dewa yang culas
asyik berpesta di dalam gelas
semesta akhirnya diam
enggan bertanya kepada guntur
apakah gelegar di langit yang padam
hanya ungkapan tuhan yang ngelindur
ataukah penanda ganti cuaca?
Pegangsaan, 8 Februari 2026
Advertisement











