Yogyakarta, Kansnews.com – Masih terkait kegiatan penyusunan Standar Nasional Indonesia (SNI) G2R Tetrapreneur yang kini akan memasuki tahap Jajak Pendapat, maka pada Sabtu (04/04/2026) Badan Standarisasi Nasional (BSN) melakukan kunjungan lapangan ke lokasi percontohan penerapan Sistem Global Gotong Royong Tetrapreneur di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Kunjungan sekaligus silaturahim oleh BSN dilaksanakan di Daddy Caffee di wilayah Cokrodiningratan Kota Yogyakarta, yang merupakan basecamp salah satu pegiat G2R Tetrapreneur. Margono, pimpinan unit G2R Tetrapreneur Cokrodiningratan yang mempunyai produk unggulan Pariwisata dan UMKM, menyambut baik kedatangan utusan BSN.
Turut Hadir konseptor atau founder sistem G2R Tetrapreneur Rika Fatimah, P.L. , S.T., M.Sc., Ph.D, yang pada kesempatan tersebut bertindak sebagai pimpinan pertemuan.

Heru Suseno, S.Pi., M.T., selaku Direktur Pengembangan Standar Agro, Kimia, Kesehatan, dan Penilaian Kesesuaian Badan Standardisasi Nasional (BSN), yang mewakili BSN Bersama Titin Resmiatin dalam sambutan pembukanya menyatakan silaturahmi kunjungan dari BSN ke para pegiat G2R Tetrapreneur di Yogyakarta dilakukan untuk mendapatkan kembali gambaran implementasi RSNI G2RT.
‘’Dulu ketika pertama kami melakukan kunjungan ke pegiat G2RT DIY adalah untuk mengenali dan memahami rumusan konsep dan impelementasi dari sistem G2R Tetrapreneur yang merupakan konsep baru di bidang Standar Nasional Indonesia (SNI),’’ kata Heru Suseno.

Selanjutnya turut hadir Rina Supadmi Ketua Unit G2RT Matraman Kota Yogya, Jumarodin, yang merupakan binaan Kemenkop UKM RI – G2RT KmK4 yang ada di DIY, Bogor, Kalimantan, Bali, Surabaya dan Batam, dan G2RT Ormas yakni G2RT Muhammadiyah, G2RT PINBAS MUI serta G2RT Komunitas G2RT PWMOI Kota Yogyakarta. Selain itu hadir Basuki, dari G2RT KmK4 Yogyakarta.
Para pegiat G2RT yang hadir ikut memberikan paparan mengenai produk masing-masing wilayah, beserta capaian yang telah diperoleh dan juga menyampaikan beberapa harapan agar capaian para pegiat G2RT dapat lebih maju lagi ke depan.
Sementara itu Rika Fatimah,P.L.,S.T., M.Sc., Ph.D dalam pengantarnya khusus untuk RSNI G2R Tetrapreneur menyatakan bahwa diharapkan tahap Jajak Pendapat pada RSNI G2R Tetrapreneur dapat diterima masyarakat luas serta pemangku kebijakan dengan baik.
‘’Proses RSNI G2R Tetrapreneur hingga sampai ke tahap ini merupakan salah satu perwujudan gotong royong intelektual dari kontribusi berbagai pihak,’’ kata Rika Fatimah yang juga dosen FEB UGM tersebut.
Lebih lanjut Rika Fatimah menegaskan, “Perjalanan sejak 2024 yang diawali tahun 2023 audensi oleh Kementrans saat itu bersama founder dan konseptor G2R Tetrapreneur ke lintas K/L dan BSN hingga ke tahap Jajak Pendapat ini menunjukkan ketetapan adalah mutlak milik Allah. Hal mana dinamika mulai dari perubahan struktural baik di BSN juga di kementrian hingga penyamaan konsep substansi dan teknis penulisan standar adalah kerja keras dan dedikasi anak bangsa.”
Ditambahkannya pula, “Adanya fakta empiris yang dimudahkan untuk dilihat, seperti beberapa kali kehadiran pegiat-pegiat G2RT DIY yang dengan sigap dan bersemangat menyambut tamu-tamu dari visitasi BSN. Alhamdulillah ini kali ketiga, yang juga bersemangat untuk bersilaturahim bertemu langsung dan berdiskusi tentang praktik G2R Tetrapreneur dengan pegiat-pegiat G2R Tetrapreneur melalui kunjungan kolegial yang meluangkan waktu pribadinya. Ternyata sangat signifikan dalam membantu penyamaan pemahaman substansinya.’’
Hal itu menurut Rika Fatimah menunjukkan bagaimana untuk mewujudkan Ekonomi Pancasila dalam Ekosistem Tetrapreneur diperlukan kearifan berbagai intelektual yang mulia dan niat karena Allah utamanya sesuai dengan Sila Pertama adalah nyata terbukti.
Kegiatan silaturahim BSN dan para pegiat G2R Tetrapreneur Yogyakarta yang berlangsung sejak pukul 14.00 sampai 16.00 WIB diakhiri dengan sesi foto bersama. (p17)











