
Puisi Naim Emel Prahana
bersungguh-sungguh menggapai
langit tak pernah terkulai
tangan berakhir lalai, berapa kali
tinggalkan sujud
taklah lupa berulangkali sujud
sekali menapak jalan
ada waktu yang ditinggal pergi
padahal waktu itu nuansa maha luas
lainlah padang lain pula belalangnya
tak sadar berucap
menuangkan kesungguhan
tersilaf ucap kata sudah melesat
pulang membawa beban sesal
apa daya langit tak tergapai
sungguh, itu hamba ya Tuhan
berulang menutup telinga
bisingnya kepentingan dunia
berulang memejamkan mata
bayangan gambar prilaku
kian nyata
Engkau Maha Pemurah Ya Allah
Engkau Maha Pengasih Ya Rabb
tuntunlah sisa langkah ini.
9 April 2026
Advertisement











