Puisi Dhama Dove

Awan putih abu abu
Bergelayut tenang
Desir angin mengibas-ngibas
Pucuk-pucuk pucat dedaunan

Sepasang burung melintas
Sayap-sayap tak patah

Aku disini
Tak lagi menanti
Karena sebentar lagi
Ku kan melangkah

Jauh…jauh
Tak hanya sejauh mata memandang

Mungkin desir angin akan
Mengabarkan sekali-sekali
Tentang kamu, asa, mimpi
Dan tentang untaian benang merah
Yang konon lebih renta dari kisah klasik

Disaat itu,
Aku bukan lagi wangi yang sejenak singgah
di bening telaga heningmu

Hening yang riuh
Dengan segenap kisah klasik
Yang rela disamarkan zaman

Untaian benang merah patah
Tak seperti sayap-sayap
Sepasang burung melintas

Condong Catur, 9 April ’26

Advertisement
Artikulli paraprakKepulauan Rempah
Artikulli tjetërSemua Telah Terjawab

Tinggalkan Komentar