o, hujan,
kucurkan air-Mu
karena tanah dan pokok pepohonan di hutanku membara dalam kerakusan iblis penguasa dan pengusaha
maka, inilah suara
mengungkap nada
dari ribuan permohonan
karena asap mulai merajalela di dada kami
uh,
begitu sesak napasku ketika api menyeruak
ke celah-celah
ketiak pepohonan yang tak sempat menitikkan
air mata
karena hutan api
telah menghanguskan pikiran dan masa depan kayu-kayu dan ranting adat istiadat di negeriku
maka,
kabut api pun membakar asap
setelah keserakahan hatinya —menumbangkan hutan
o, hutanku
siapa pemilik tangan busuk yang menghitamkan hatinya dalam baris-baris sajak permohonan itu?
Palembang, 31 Agustus 2026
Advertisement










