(mengenang YBR)
Puisi Joko Pranoto

bagian: 1


negeriku ternoda
potret kemelaratan
menyala
apakah kita mampu menutup mata?
atau kita sedang mencari-cari
peristiwa pengalihan
agar istana tetap suci?

negeriku sudah tak tau malu
hampir tujuh trilyun
dihambur gratis
sementara anak itu tergantung
ibunya menangis
air matanya darah
isaknya kemiskinan
jerit hatinya nestapa

negeriku sudah kehilangan nurani, sementara
istana sibuk membujuk oposisi
agar diam
menunggu giliran
diberi posisi

Anak itu pergi, meninggalkan selembar tekad untuk ibunya :
“ibu aku pamit, tak usah
belikan lagi aku buku dan pensil, aku mau belajar pada Tuhan, agar aku tak lagi jadi beban”

Jogja, 4 Pebruari 2026
#edisiBELAJARMENULIS

Advertisement
Artikulli paraprakKisah Dua Tuyul Menemui Jin Ifrit
Artikulli tjetërAngin dari Timur

Tinggalkan Komentar