Tujuh Kata Menguak Takdir

0
Puisi Ricky Rickardo Tak terlihat bukan berarti tak adaKeyakinan akan menuntun logikaMembangun jiwaBangkitkan nuraini, agar akal bekerjaCukuplah peristiwa alam sebagai bukti keberadaanNyaCukuplah kejadian-kejadian di sekitar...

Jogja yang Diserbu

0
Hiper-Nostalgia, Banalitas Ruang, dan Ujian Filosofi Memayu Hayuning BawanaCatatan Kebudayaan Gus Nas Jogja Jogja sebagai "Ruang Nostalgia Kolektif" atau Heterotopia?Mengapa tiba-tiba di akhir tahun...

Tersenyumlah pada Januari

0
Karya : Mustofa W HasyimDesember, bulan kenyang oleh luka, dusta dan bencanaKorupsi, pesugihan moderndengan tumbalrakyat jelataTahun demi tahuntak ada habisnyaracun zamanditaburkan di pikiranBenalu benalu...

Puisi Doa Untuk Sumatra

0
Oleh: Mustofa W HasyimBanjirLongsorBanjirLongsorBanjirLongsorBanjirBanjirBanjirBanjirBanjirBanjirBanjirBanjirLongsorLongsorLongsorLongsorLongsorLongsorLongsorLongsorBanjir berkataLongsor berkataBanjir berkataLongsor berkataMusim meliukkancakrawalaDoa doa akan tumbuhdari hutan hutan tandusbayi bayi belajar berdiribelajar menatap langit.belajar bertanyaAngin yang berubah embunmerayu...

Bendera Putih Ini

0
Puisi Pril HusenoBendera putih ini, naik tinggi sudahDiiringi derai air mata ibu, yang tetes matanya mengalir doa doa ...Inilah nak, segenggam merah putih yang...

Pil Hasrat

0
Catatan Cak ATKonon, dalam kamus besar kehidupan modern, ada satu bab yang ditulis dengan tinta tipis dan dibaca sambil lalu: seksualitas perempuan. Bab itu...

Apresasi Sastra ”Tukar Akar” di Omah Petroek

0
Yogyakarta, Kansnews.com - Minggu, (14/12) menjadi momen penting bagi Tukar Akar. Komunitas sastra yang sudah 2 tahun berjalan ini kembali menyelenggarakan kegiatan sastra berkolaborasi...

Cerita dari Perempuan di Bulan Purnama

0
Yogyakarta, Kansnews.com - Tia, seorang gadis yang memiliki trauma untuk berumah tangga. Bukan karena pernah gagal dalam rumah tangga, melainkan melihat ibunya yang sering...

Akhirnya Mati!

0
puisi anto narasomaakhirnya, tanah itu terkulai dalam tumpukan kekejian yang membawa kematian bagi tangan-tangan terkulai dalam genangan lumpuryang menyisakan badai air matamaka,ribuan gelondong wajah...

Sujud Terakhir di Balik Lumpur Bencana

0
Puisi Yenyen T IskandarAir mata ini terus mengalir, bukan hanya karena kehilangan, tetapi karena kesaksian atas kemuliaanmu, Ibu. Tangan yang seharusnya memelukmu kini harus...

Follow us

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest news