Rumah Untuk Rakyat: Bantuan yang Terkendala Ketidakhadiran Negara

0
Oleh: Lukas LuwarsoBencana banjir lumpur yang melanda Aceh dan Sumatra, 26 November 2025, telah meninggalkan jejak kehancuran. Lumpur yang mengeras masih menimbun ratusan rumah....

Jokowi Tolak Wantimpres, Duo-Hopeng Pecah Kongsi?

0
Oleh: Lukas LuwarsoJokowi, dengan gaya low-profile menyatakan menolak kursi Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). Ia ingin jadi "rakyat biasa" di Solo. Narasi manis yang mengharukan,...

Baldatun Thoyyibatun wa Robbun Ghofur

0
Oleh: Laksamana SukardiPerbandingan internasional menunjukkan Indonesia jauh tertinggal dalam memanfaatkan kekayaan sumber daya alam. Pada tahun 2023 misalnya, dari kompilasi dan analisa data BPS, nilai...

Demokrasi Sebagai Tata Kelola

0
Oleh: Radhar TribaskoroKita terlalu lama berbicara tentang demokrasi sebagai nilai. Demokrasi disebut luhur, mulia, identik dengan hak asasi manusia, kebebasan berbicara, kesetaraan, dan penghormatan...

Angin dari Timur

0
(elegi buku dan pinsil) Puisi Joko Pranotobagian : 2ngada tersungkurmemunguti kepedihandi antara pohon cengkeh dan perdu yang hampir layuistana sedang apa?barangkali sedang menyiapkan diksi :"hanya...

Angin dari Timur

0
(mengenang YBR)Puisi Joko Pranotobagian: 1negeriku ternoda potret kemelaratan menyala apakah kita mampu menutup mata?atau kita sedang mencari-cariperistiwa pengalihanagar istana tetap suci?negeriku sudah tak tau...

Kisah Dua Tuyul Menemui Jin Ifrit

0
Orkestrasi SP3 Polisi dan Kotak Pandora Jokowi Oleh: Lukas LuwarsoEggi Sudjana dalam satu pernyataan terkait pertemuannya dengan Jokowi menyebut (beranalogi), ia seperti Nabi Musa yang...

Kasus Ijazah Jokowi Mulai Menemukan Titik Terang Kewarasannya. Bagaimana Nasib Jokowidodo?

0
Oleh: MN LapongKian hari publik disuguhi kenyataan bahwa cerita ijazah itu mulai menemukan titik terang kewarasannya, sebab info validasi atas kasus ini makin memperjelas...

Surat Terbuka untuk Gubernur Melki Laka Lena: Jangan Biarkan Pena Mereka Patah Lagi

0
Bung Melki yang baikApa kabar, Bung? Saya harap surat ini sampai ke tanganmu di tengah hiruk-pikuk tugas negara yang tak ada habisnya. Menyimak rekaman...

Negara Rp10.000: Ketika Anak SD Mati, dan Republik Tetap Pidato

0
Oleh : Martondi Heritage Seorang anak SD di Nusa Tenggara Timur mengakhiri hidupnya karena tidak mampu membeli buku dan pulpen seharga Rp10.000.Ayo, kamu ulangi...

Follow us

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest news