Batam, Kansnews.com – Pada Jum’at, 06 Maret 2026, bertempat di Tanjung Banon, Kota Batam, Kepulauan Riau diselenggarakan kegiatan Koordinasi Kegiatan Bidang Pengembangan Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi yang merupakan keberlanjutan dari kunjungan sebelumnya pada bulan Desember 2025. Saat itu langsung dipimpin oleh Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara selaku Menteri Transmigrasi Republik Indonesia.

Kegiatan tersebut dalam rangka pelaksanaan tugas dan fungsi Direktorat Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi (Ditjen PEMT) serta penguatan sinergi program di kawasan transmigrasi, Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia akan menyelenggarakan kegiatan Koordinasi Kegiatan Bidang Pengembangan Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi. Kegiatan koordinasi dipimpin oleh Drs. Nirwan Ahmad Helmi, M.M. (Sekretaris Direktorat Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi); yang pula dihadiri oleh Founder, Konseptor dan Tenaga Ahli G2R Tetrapreneur yaitu Rika Fatimah P.L., S.T., M.Sc., Ph.D. (Dosen Senior Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada, sekaligus Wakil Ketua Komisi Teknis 03 – 13 untuk SNI G2R Tetrapreneur); Dr. Ir. Harlina Sulistyorini, M.Si. (Staf Ahli Pembangunan, Kemasyarakatan, dan Lingkungan Hidup); Dr. Andi Wijaya, S.T., M.M., M.AP (Direktur Perencanaan Teknis Pengembangan Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi); Ir. Sofyan Hanafi, M.Si. (Direktur Pengembangan Produk Unggulan Transmigrasi); Bondan Djati Utami, S.Si, M.M. (Direktur Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi) serta jajaran Kementrans hingga lintas kedinasan dari Provinsi Batam dan unsur kemasyarakatan Kawasan Transmigrasi Balerang (Tanjung Banon).


Pada kesempatan rapat koordinasi yang disertai observasi lapangan tersebut, Rika Fatimah menyampaikan tentang ilustrasi ideal G2RT – KT sebagai Etalase Mini Indonesia melalui pelaksanaan inovasi G2RT – KT Tanjung Banon yang dilakukan untuk menjelaskan secara detail kegiatan mulai dari Tetra 1 atau Rantai Wirausaha (Chainpreneur), Tetra 2 atau Pasar Wirausaha (Marketpreneur), Tetra 3 atau Kualitas Wirausaha (Qualitypreneur), dan Tetra 4 atau Merek Wirausaha (Brandpreneur), meliputi Unsur Tetrapreneur dan Tindakan (Action). Ilustrasi pelaksanaan desain dan tindakan inovasi juga memberikan gambaran tentang kegiatan G2RT – KT yang beririsan dengan program-program dari lintas kedinasan di Provinsi Batam hingga K/L pada lingkungan nasional.

Selain itu, akselerasi sistemik G2RT – KT dapat dilakukan bersinergi dengan potensi IT juga medsos di Provinsi Batam hingga Kementrans dalam Pembangunan e-G2RT – KT. Sistem gotong royong terpadu memudahkan kegiatan dagang G2RT – KT secara terintegrasi dan real-time monitoring berbasis desktop hingga handheld. Diharapkan e-G2RT mampu menyederhanakan kegiatan hub dagang – kawasan transmigrasi yang melibatkan bukan saja internal UMKM dan Kota Batam namun juga bersama Unit G2RT di berbagai wilayah serta daerah di Indonesia.


Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia menilai penting adanya sinergi dan kolaborasi dengan Perguruan Tinggi Negeri sebagai institusi yang memiliki kompetensi dan kontribusi signifikan, kajian kebijakan, serta pendampingan berbasis keilmuan di bidang ekonomi pembangunan dan pemberdayaan masyarakat transmigrasi yang melalui pertimbangan tersebut, turut dihadirkan pula Rika Fatimah P.L., S.T., M.Sc., Ph.D.

Menurut Menteri Iftitah, Rika Fatimah dapat mendorong terwujudnya inovasi dalam menumbuhkembangkan sektor usaha barang dan jasa dengan pengembangan wirausaha melalui fasilitasi peningkatan kemampuan sumberdaya manusia, menjamin kelancaran distribusi pasokan bahan baku, bantuan permodalan dan yang tidak kalah pentingnya adalah membuat jaringan dan konektivitas melalui kerjasama dalam memasarkan hasil produksi.

Lebih lanjut Menteri Iftitah juga menambahkan bahwa Program Transmigrasi Patriot merupakan salah satu bentuk dukungan dalam mengawal pengembangan kawasan transmigrasi dengan mengirimkan mahasiswa dan pakar.

“Nanti dapat di-support- dan didampingi Kampus Patriot yang juga sedang dibangun di kawasan transmigrasi Tanjung Banon ini,” tambah Menteri Iftitah. Rika juga menambahkan, “Kampus Patriot dapat menjadi ToT SNI G2R Tetrapreneur sehingga praktik gotong royong dalam ekonomi sebagai perwujudan Ekonomi Pancasila dapat berjalan nyata sebagai pergerakan ikonik hingga ke masyarakat global yang akan datang berwisata, belajar atau bahkan melakukan penelitian di Tanjung Banon ini.”

Advertisement
Kans Jawara
Perkembangan ragam skema ekonomi masyarakat sebagaimana salah satunya dikenal melalui pendekatan Global Gotong Royong (G2R) Tetrapreneur. Istilah “gotong royong” menjadi mainstream yang merupakan karakter lokal khas kawasan di Indonesia yaitu bagaimana kekuatan entrepreneur spirit itu ditumbuhkan. Penumbuhan bukan untuk saling berkompetisi namun bersama-sama saling bermitra untuk kesejahteraan. Oleh itu, perlu pencermatan konsep pelaksanaan yang bukan dengan ‘keterburuan atau tergesa-gesa’ namun menyentuh substansi dan akar pengembangan wilayah melalui investasi intelektual manusia masyarakatnya melalui pendekatan G2R Tetrapreneur.

Model pengembangan kawasan yang diterapkan diharapkan dapat menjadi panduan perencanaan, pelaksanaan, dan monitoring evaluasi kegiatan yang berkelanjutan. Model G2R Tetrapreneur pada Kawasan Transmigrasi (G2RT – KT) telah diimplementasikan di Kawasan Transmigrasi Muna, Sulawesi Tenggara pada tahun 2022 lalu melalui UGM pada program hibah Matching Fund Kedaireka dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi bersama mitra dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi bersama Pemerintah Kabupaten Muna. G2R Tetrapreneur Kawasan Transmigrasi (G2RT – KT) di Kawasan Transmigrasi Muna dilaksanakan di 6 desa pada 2 Kecamatan, yaitu Desa Langkoroni, Desa Raimuna, dan Desa Maligano di Kecamatan Maligano, kemudian Desa Lanobake, Desa Moolo, dan Desa Baluara di Kecamatan Batukara. Ke-enam desa tersebut telah melewati Tetra 1 atau Rantai Wirausaha (Chainpreneur). Kawasan Transmigrasi lainnya yang sedang menuju G2RT – KT adalah Kawasan Transmigrasi Palolo di Sigi.

Beberapa fokus pengembangan untuk pemberdayaan ekonomi beserta pendidikan dan pelatihannya. Pemberdayaan ekonomi mengusung potensi lokal sebagai kawasan wisata terpadu seperti pada sektor perikanan. Selain itu optimalisasi Kampus Patriot pula direncanakan sebagai pusat pelatihan dan pendidikan berbasis pentahelix yang akan menampung sekitar 300 mahasiswa jenjang S2. Pembangunan ini dilaksanakan melalui program Trans Tuntas dan Trans Gotong Royong untuk memastikan efisiensi anggaran serta kesejahteraan masyarakat lokal sebagai “tuan rumah” di wilayah mereka sendiri. Oleh karena itu, ikhtiar pembangunan kawasan transmigrasi tersebut untuk mewujudkan perekonomian yang maju dan berdaya saing.

Tinggalkan Komentar