Besok atau lusa hari raya, mari kita maaf-memaafkan dengan tulus dari hati terdalam. Untuk apa maafan haru, tapi setelahnya kembali berseteru? Untuk apa maafan sampai nangis, tapi tidak lama dari itu kemudian ada lagi hal dramatis? Untuk apa maafan sampai badan direndahkan, tapi udahnya kembali saling menjelekkan?
Memohon maaf dengan cara yang biasa, namun benar-benar tanpa rekayasa, jujur itu lebih baik daripada bermaafan nangis bombai, namun setelahnya kembali saling abai. Lebaran ini, marilah kita saling memaafkan dengan apa adanya, jujur, dan belajar ikhlas.
Air mata yang mengalir itu tiada arti, jika tidak dibarengi dengan memaafkan yang benar-benar dari hati. Memaafkan dengan cara sederhana akan jadi penuh arti, jika kita barengi maaf tersebut dengan kesungguh-sungguhan tanpa modus itu-ini. Bermaafan, tapi jika masih ada ganjalan, cobalah diselesaikan. Memaafkan, namun bukan berarti jika kita punya urusan, urusannya itu langsung selesai begitu saja.
Ok, maaf lahir batin buat semua!
Bandung, 19 Maret 2026
Penulis adalah aviliator Shopee dan terapis tunanetra profesional dengan pengalaman bertahun-tahun. Saat ini, Ahmad melayani pijat para langganannya di Bandung dan sekitarnya. Pijat Netra Sehatku, Layanan Pijat Paling Maksimal di Bandung.
Advertisement











