puisi marlin dinamikanto

hanya perlu suara
untuk membunuh senyap
agar tidak bungkam
membiarkan api
terjebak timbunan sekam

tak perlu nada
tak perlu pula irama
yang penting suara
agar tidak terkesan
aku dan kau hidup
di negeri mafia

saat mereka gembok ruang bicara
dengan segala perkakas aturan
itu artinya mereka hidup di biara
bukan ruang publik pemerintahan

hanya perlu suara
kokok ayam lolong anjing
teriak tokek atau kucing kawin
agar aku dan kau
tak terperangkap gelap
di timbunan sampah
yang dibuang dari perkantoran
tempat mereka berpesta
dari pajak yang kita kumpulkan
dengan keringat dan air mata

hanya perlu suara
untuk membunuh keangkuhan
yang mereka pamerkan
di saat bayi-bayi lapar
menetek mayat ibunya

Pegangsaan, 28 Agustus 2025
Advertisement

Tinggalkan Komentar