Puisi Anto Narasoma

Diam,
memang sunyi, ketika sepi tak mau bicara
Sebab,
dalam diam, tak ada kata-kata yang berkelindan setelah kalimat puisimu tak mau bicara
Dalam diam,
aku dikurung sepi
karena kesunyian yang sejak pergantian tahun
semalam terasa kecewa
Sebab,
bencana tanah longsor yang menguak kebusukan para koruptor dan pencuri kayu gelondongan di hutan,
diam-diam menelantarkan orang-orang di Aceh Tamiang
O, ternyata dalam diam
tanah airku direndam kebusukan yang membunuh ribuan nyawa di tahun lalu
Mengapa kau diam?
Pertanyaan seperti mati ketika kesunyian tak terlihat dari upaya orang-orang di atas untuk menjebloskan pelaku tanah longsor
Karena negeriku
diam-diam kehilangan pejabat seperti Bung Hatta dan Hoegeng Santoso, yang terlempar setelah kematian semangat dan kejujuran itu terpendam ke tanah terakhir
Palembang
1 Januari 2026











