Sajak Marlin Dinamikanto

hilal tak terlihat
dari atas menara hitam
gelap berkencan
mendung berkejaran
bertatap gerimis muram
tak juga hujan

dari baskom cenayang
terlihat wajah kuyup
bersandar beringin tua
rapuh. Mungkin kah Mulyono
bertapa di sana ?
berharap dosa tergilas
jarum jam yang berdetak
di jantung persekongkolan

ada tak ada hilal
garuda hitam terus memanggil
orang-orang bergerak
tiki taka di sudut sempit
menggiring bola liar
lewati sejuta defender
yang berjejal di garis gawang
tapi gawang sudah hilang
dicolong panitia pertandingan

tidak ada gol. Sebetulnya
tapi Mulyono dan gerombolannya
rayakan kemenangan palsu
dari gawang yang sudah dicolong
dipindah ke sarang laba-laba

dari permainan panjang itu
tak ada kalah seri dan menang
suporter bergerombol jadi patung
hanya bisa berharap
kepada angin yang berkencan
gelap sepanjang pertandingan

hilal tak terlihat
dari menara kebohongan
yang berloncatan di sudut sempit
di sana hanya pergumulan
sedih marah dan di sisi lain
ada yang memalsukan kebahagiaan
dari pertandingan yang sesungguhnya
gagal dimenangkan

hilal tak terlihat
dari seberang samudera yang gelap
televisi buram yang gencar siarkan
tiki-taka yang begitu membosankan
ketika pertandingan
berjalan tanpa tujuan

Batutulis Bogor, 12 Maret 2024

Advertisement
Artikulli paraprakPerang Yang Sudah Kalah
Artikulli tjetërNuzulul Quran

Tinggalkan Komentar