POTRET Gallery Bantu Sepeda

Cut Dhea Nada Amira, 16, siswi kelas XI SMA Negeri 3 Bireuen setiap hari pergi dan pulang sekolah harus menempuh jalan kaki sejauh 3,4 Kilometer.

Pasalnya, Dhea begitu nama panggilan akrabnya, tidak memiliki kendaraan. Jangankan motor, sepeda saja tidak ada.

Hal itu disampaikan salah seorang Alumni SMA Negeri 3 Bireuen, Elga Safitri MPd Jumat (7/6/2024) yang menceritakan tentang kondisi Dhea. Demikian dilansir dari waspada.id (07/06/2024).

Kata Elga, walaupun Dhea berjalan kaki pergi dan pulang sekolah menempuh perjalanan hingga mencampai 4,3 Kilometer, namun tidak menyurutkan langkahnya untuk menimba ilmu di SMA Negeri 3 Bireuen.

“Dhea merupakan anak dari pasangan Amir dan Jannati yang sehari-hari ayahnya bekerja sebagi buruh serabutan dan ibu hanya mengurus rumah tangga yang berdomisili di Gampong Uteun Bunta, Kecamatan Peusangan, Bireuen,” sebut Elga.

Parahnya lagi ungkap Elga, tempat tinggal yang ditempati Elgha bersama keluarganya adalah rumah kontrakan yang tiap tahunnya harus membayar senilai Rp1,5 juta.

Selain itu rumahnya terbuat dari kayu juga terasa sempit di tempati Dhea dengan ibu, ayah dan ketiga adiknya.

“Lebih memprihatinkan lagi ibu Dhea sedang sakit-sakitan karena menderita kanker payudara,” ungkap Elga.

Alumni S-2 IAIN Lhokseumawe ini menceritakan, Elga pernah disuruh untuk berhenti sekolah karena ketiadaan biaya.

Namun Dhea tetap bersemangat pergi ke sekolah, meskipun harus menempuh jalan kaki yang memakan waktu cukup lama untuk sampai ke sekolah.

Secara terbuka Elga menjelaskan, sebenarnya Dhea anak tiri dari ayahnya yang sekarang, karena ayah kandungnya sudah menikah dengan wanita lain dan bekerja di negeri jiran Malaysia.(rel)

Advertisement

2 COMMENTS

Tinggalkan Komentar