Oleh: Rickardo Chairat
Dahulu, para pemikir berhasil mempersatukan pulau-pulau
Tanah air pun lahir diiringi janji akan dijunjung tinggi
Dahulu, para pemikir membuat konstitusi sebagai benteng negeri
Mereka berhasil mengubur nafsu sendiri
Demi anak cucu kelak agar tidak menjadi fakir dan bisa mandiri
Ini adalah fakta sejarah yang kubaca dan kudengar dari orang tua
Betapa indah kala itu
Banyak jalan terbuka menuju surga
Sekarang, pemikir terfokus pada globalisasi
Ekonomi dan teknologi menjadi target bahan diskusi
Lingkungan, sosial hanya menjadi wacana
Sebab mereka tidak pernah mencoba menahan napas saat menghitung harta
Pemakaian adat dan budaya tergantung pada untung rugi
Padahal dari sanalah kesatuan itu berdiri
Hukum menjadi pijakan, akan terus direvisi untuk kepentingan
Kemudian dipakai sebagai alas kecurangan
Persatuan pulau-pulau pun dirisak
Janji yang diikrarkan pendahulu pun tak dihiraukan
Benteng yang dibangun para pejuang juga direnovasi dengan bahan hasil kongkalikong
Sekarang penjajah tidak perlu datang karena mereka bisa menyerang dari jauh
Hanya perlu membentuk orang dalam mejadi hamba
Yang siap melakukan apa saja
Demi kedudukan dan harta
Orang-orang ini adalah orang pintar
Mereka juga belajar sejarah
Namun sayang yang dipelajarinya adalah sejarah tentang bagaimana menjajah
Mereka tahu bahwa kejadian-kejadian masa lalu akan terus berulang dengan gaya baru
Dan mereka ingin mengambil peran di dalamnya
Saatnya kita tunggu para pemikir yang tahu sejarah
Dan paham bagaimana cara melawan penjajah
Saatnya kita tunggu para pemikir melahirkan tokoh-tokoh baru
Yaitu tokoh-tokoh yang mampu tagak di nan data, bajalan di nan luruih, bakato di nan bana, manimbang di nan adia
Advertisement