
Puisi Ricky Rickardo
Tak terlihat bukan berarti tak ada
Keyakinan akan menuntun logika
Membangun jiwa
Bangkitkan nuraini, agar akal bekerja
Cukuplah peristiwa alam sebagai bukti keberadaanNya
Cukuplah kejadian-kejadian di sekitar tanda Dia menyapa
Tak usah berlari tanpa kaki
Tak usah mencari-cari sebelum mengkaji
Dengan tujuh kata, kubuka jendela
“Lara, kau titipkan kamboja di ujung bianglala”
Tujuh kataku adalah keresahan
“Keledai risak nusa, jenggala sirna, bencana bergembira”
Tujuh kataku adalah kenestapaan
“Keledai teriak merdeka dengan menjajakan kemiskinan saudara”
Aku menyerangsang, jendela pun kututup kembali dengan tujuh kata
“Ingat asal, ingat guna, ingat pulang, Tanah…”
Kubuka lagi buku panduan, ternyata tak ada pembeda antara aku, kau, dan dia
Tetapi di sini, kenapa hanya “indurasmi temani candala mendengar lintani bercampur elegi”
Dalam hati kembali kuucapkan tujuh kata
Wahai aku, “Tingkatkan kualitas diri seperti kiambang menari”
Dan “Bersedekah, cara menafkahi diri menuju surga Ilahi”
Muaro, Jambi, 227/12/2025











