Ketika Tiba Waktu
Ketika tiba waktu belajar
meja penuh buku
Ketika tiba waktu menggambar
kanvas dan cat tersedia
Ketika tiba waktu kerja
absensi pinjer menyala
Ketika tiba waktu sembayang
malah pergi ke tambang
Yogya, 2024
Tenggelam Di Surau
Ia tenggelam di Surau
Mimpinya tinggal di surga
Tiada hari tanpa doa
Seolah Tuhan terpukau
Ia tenggelam di Surau
Hari-hari tiada kerja
Duka derita seolah sirna
Tambah khusuk tiada galau
Saban hari saban waktu
Diajaknya Tuhan bertemu
Di Surau ia selalu menunggu
Derita anak cucu seolah berlalu
Ia tenggelam di Surau
Sampai Tuhan menghalau
September 2024
1985
: Joko Pinurbo
Ini kali pertama
kita bermuka-muka
puisi bukan hanya kata
sahabat hati dan jiwa
Jalan seiring jalan hati
jalan puisi satu antologi
jalan malam saling berbagi
meja pub bir kita nikmati
Jalanmu menuju kembali
ibadah puisi tak lagi
kita berpisah tanpa puisi
Yogya, 7 Juni 2024
Kamu
: Jokpin
Kamu hanya bisa jalan
dan menulis puisi
tubuhmu dipenuhi puisi
sampai napasmu tertelan
Kamu pergi mencari puisi
yang kamu temui ilahi
puisi tak megijinkan kamu kembali
di kubur puisi menimbuni
Yogya, 7 Juni 2024
Ons Untoro, tinggal di Yogya. Puisi-puisinya, selain dipublikasikan di media cetak lokal dan nasional, juga tergabung dalam sejumlah antologi puisi bersaama penyair Indonesia dari tahun berbeda-beda. Empat buku puisi tunggal karyanya sudah terbit, buku terakhir berjudul ‘Isoman Ramuan Imajinasi’ (2022), buku kumpulan esai berjudul ‘Membaca Tanda: Esai-esai tentang kebudayaan’ (2021), ‘Penyair di Tengah Pandemi’ (novelet, 2022) ‘Namaku Ratu Malang’, (Kumpulan Cerpen, disiapkan terbit Desember 2024).
Advertisement