Puisi Mustofa W Hasyim

Menjelang seratus tahun Sumpah Pemuda
jangan jadikan September Oktober
bulan mencangkul luka bangsa
menanam pohon pohon dendam
yang berbuah kesumat
dan rekayasa
siasat menjerat masa depan
yang jejaknya sangat terbaca
oleh yang berjiwa bersih
dan bermata cerdas.

Jadikan September dan Oktober
bulan menanam pohon kedamaian
ketenteraman
yang berbuah lezat
keadilan kemakmuran kesejahteraan bersama

Pahlawan pahlawan terus hadir di taman bangsa
hargailah mereka sewajarnya
genggam semangat pengabdian mereka
agar sebagai bangsa yang dewasa
makin dewasa sebagai bangsa

Cakrawala dunia bukan semakin sunyi dari tantangan
justru burung burung ganas dunia muncul
mendekati cakrawala kesadaran kita
bahwa kita tidak boleh terlena.

Bangsa yang dewasa
tentu makin merdeka
makin jelas
arah tujuan tindakan
bersama bangsa bangsa yang dewasa lainnya
membuat bumi
menjadi makin layak huni
tanpa membuat rugi
sesama

Mari memikul pupuk waktu
cinta kasih sayang dan pengertian
yang menyejukkan
membahagiakan.

2025

Advertisement
Artikulli paraprakManis Tapi Memabukkan
Artikulli tjetërPolri dan Reformasi yang Tertinggal

Tinggalkan Komentar