Yogyakarta, Kansnews.com – Pelaksanaan ‘’3rd – International Conference on Islamic and Halal Economic Studies (ICIHES) 2025’’ hari ke 2 kemarin (5/11) di Marriott Hotel, Yogyakarta, diisi dengan sesi Diskusi Panel yang disampaikan oleh akademisi dan pegiat halal dari masing-masing negara peserta.
Acara yang berlangsung sejak pukul 08.30 WIB tersebut terasa meriah dan serius karena para panelis menyampaikan materi-materi penting terkait ekonomi dan industri halal kini dan masa mendatang di dunia.
Di sela-sela acara, Kansnews.com bersama beberapa awak media yang hadir sempat melakukan wawancara singkat dengan Dr. Reni Rosari, M.B.A., Ketua Pelaksana 3rd ICIHES 2025 sekaligus sebagai Ketua Program Doktor Perekonomian Islam dan Industri Halal (PD PIIH), Sekolah Pascasarjana UGM, dan juga Rika Fatimah P.L., S.T., M.Sc., Ph.d., founder G2RT konsep yang pada ICIHES 2025 kali ini bertindak selaku Ketua Panitia Road to ICIHES yang berlangsung sejak Februari 2025.

Ditanya tentang pelaksanaan ICIHES ke depan, menurut Reni Rosari, Setiap tahun memang pelaksanaan ICIHES diadakan bergantian di berbagai negara. Rencana ke depan antara lain dilaksanakan di Thailand dan Jepang.
Terkait core kegiatan ICIHES di Yogyakarta, menurut Reni, pelaksanaannya sesuai tema yakni bagaimana ekonomi halal dapat terus mendunia dan semangat untuk memperkuat ekonomi dan industri halal dapat terus digalakkan di Malaysia, Indonesia, Jepang lalu dikuatkan oleh para akademisi berbagai negara.

‘’Sehingga diharapkan ICIHES ini bisa mendorong ekonomi dan industri halal. Kebetulan UGM memelopori kajian ekonomi dan industri halal, yang merupakan bagian dari bakti Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu Pengajaran, Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat,’’ kata Reni.
‘’Kebetulah saya di FEB Program Perekonomian Islam dan Industri Halal (PD PIIH), Sekolah Pascasarjana UGM/Doktoral. Dengan fokus itu, nanti tim promotor bisa digabungkan antara akademisi Malaysia dengan tim promotor Indonesia,’’ imbuhnya.
Ketua pelaksana Road to ICIHES 2025 Rika Fatimah dalam wawancara tersebut menyampaikan bahwa pelaksanaan ICIHES 2025 di Yogyakarta ini memang terdapat beberapa pembaharuan.

‘’Dalam nego-nego dengan ICIHES Malaysia ketika kami menawarkan agar memilih Yogyakarta sebagai venue bagi pelaksanaan ICIHES 2025, kami sampaikan bahwa Yogyakarta selain kota pelajar di Indonesia, juga punya program unggulan DIY dengan adanya program Global Gotong Royong Tetrapreneur (G2RT). Bekerjasama pula dengan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES).’’ Kata Rika Fatimah.
‘’Artinya, dengan pelaksanaan di Yogyakarta, kita memahami ekonomi syariah dan industri halal adalah isu yang bagi setiap orang bisa membincangkan itu, tidak hanya elit politik ataupun elit akademisi di Indonesia,’’ tambahnya.
Menurutnya lagi, dengan tawaran-tawaran itu rupanya amat menarik bagi ICIHES, dan ingin melihat bagaimana nantinya pelaksanaan ICIHES di Yogyakarta.
‘’Karenanya kemarin menuju ke event November 2025 ini, diberi nama Road to ICIHES 2025. Yang telah dilaksanakan sejak Februari 2025 lalu, dan sampai puncaknya pada grand final di BPD Syariah bersama MES,’’ ungkap dosen FEB UGM tersebut.
(lihat : Dibuka, 3rd International Conference on Islamic and Halal Economic Studies (ICIHES) 2025 | KANS News)
Sebagaimana diketahui, kegiatan Road to ICIHES 2025 dilaksanakan dengan beberapa kegiatan penting, yakni pemilihan Duta Halal MES, Pemilihan Tokoh Penggerak Halal, lalu Halal Businessman Competition dan Komitmen Kawasan Halal. Dan kemarin (4/11) dilakukan Awarding di forum ICIHES Day 1 kepara para pemenang.

‘’Dan ternyata setelah mengikuti sendiri kegiatan 3rd ICIHES Yogyakarta 2025, tawaran-tawaran kegiatan yang kami ajukan di awal untuk memilih Yogyakarta sebagai venue kali ini mendapat respon amat positif dari para narasumber kunci. Mereka menilai kegiatan ICIHES di Indonesia kali ini amat membumi, meriah seperti pesta, dan amat berbeda. Di mana para pelaku ekonomi halal, G2RT, aktor-aktor kunci MES antaranya dari Perbankan, bisa berjumpa dengan para akademisi yang hadir menyampaikan konsep-konsep ekonomi dan industri halal ke depan,’’ papar Rika Fatimah.
‘’Bahkan pelaksanaan ICIHES di Yogyakarta kali ini dikatakan akan dicontoh oleh kolega ekonomi halal dari Malaysia dan Jepang bagi kegiatan ICIHES ke depan,’’ tambahnya lagi.
Di ICIHES kali ini juga – menurut Rika Fatimah – ada kebaruan dari segi pemilihan ‘’Duta Halal’’.
‘’Duta Halal kali ini kami tekankan bukan hanya yang cantik dan menarik, atau bagaimana knowledge halalnya, tapi bagaimana dia bisa menampilkan pesona dirinya sebagai titik teladan bagi sekitarnya. Karenanya, Duta Halal kali ini harus kaum muda dengan syarat SMA dan S1,’’ tandas Rika Fatimah, yang sempat memperoleh penghargaan dari Presiden Korea Selatan.
‘’Pada sesi pemilihan Tokoh Penggerak Halal juga ada konsep kebaruannya. Di mana biasanya kita lihat, sebutan ‘’tokoh’’ adalah sosok publik figure yang sudah diakui di mana-mana. Tapi tokoh penggerak halal yang kita angkat di departemen industri halal ini adalah bagaimana tokoh ini ada di sekitar kita dalam konsep kesehariannya. Maka dia bisa seorang ustadz, guru mengaji, majelis taklim atau ibu-ibu pengajian, siapapun bisa asal direkomendasi oleh komunitasnya. Jadi ketokohannya tidak perlu diakui sampai tingkat nasional, tapi cukup ada beberapa orang yang mendorong, itu juga kita terima,’’ papar Rika Fatimah.
Ditambahkan, begitu juga kebaruan di pemilihan Halal Business Man. Di mana biasanya peserta membawa ide bisnisnya sendiri.
‘’Berbeda di sini, sekarang kita paksa peserta untuk mencari klien seperti UMKM yang membutuhkan binaan termasuk binaan dari Pemda melalui model G2RT untuk dijadikan kasus. Jadi UMKM memang sangat perlu pemikiran-pemikiran muda yang ada di formal education.’’
‘’Kita harapkan kaum muda fokus di UMKM dan fokus di hulu menjadi konsultan. Agar dapat memberi masukan seperti membuat kripik pisang yang baik itu bagaimana, misalnya. Lalu yang di formal education bisa fokus bagaimana membuat manajemen bisnis halal yang baik,” tutur Rika Fatimah.
Kegiatan hari kedua ICIHES 2025 diakhiri sore hari pukul 16.00 WIB dengan sesi foto bersama. (p17)











