Puisi Anto Narasoma


hanya setitik air
ketika sepuluh hari terakhir kau tiba di sini

maka,
kesucian hatilah
yang mengucap-ucap kebesaran-Mu,
setelah melewati perjalanan haus dan lapar

memang,
bukan sekadar wajib melintasi hari-hari kering setelah janji itu kutunaikan,
namun masa pencarian diriku sendiri belum kutemukan dalam bayang-bayang cahaya bulan

* o, pada secangkir cinta inilah kau suguhkan sepercik kopi susu –setelah adam dan hawa menyatu sehabis berbuka pada hari ke dua puluh

Palembang, 8 Maret 2026

Advertisement
Artikulli paraprakO, Build A New Happy World
Artikulli tjetërPerang Yang Sudah Kalah

Tinggalkan Komentar