Yogyakarta, Kansnews.com – Komitmen Kawasan Halal (KKH) adalah inovasi gotong royong Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Daerah Istimewa Yogyakara (DIY) dan Global Gotong Royong (G2R) Tetrapreneur DIY sebagai persiapan suatu kawasan untuk memenuhi berbagai standarisasi halal sesuai yang diperlukan seperti Kawasan Halal Industri (KIH), Kuliner Halal Aman dan Sehat (KHAS), Wisata Ramah Muslim; dan sebagainya. Kawasan Halal Industri atau KIH merupakan wilayah yang dikhususkan dan dirancang untuk mengembangkan industri yang menghasilkan produk sesuai prinsip syariat Islam, mulai dari proses produksi hingga pemasaran.
Sementara Kuliner Halal Aman Sehat atau lebih dikenal dengan KHAS adalah sebuah inisiatif atau kawasan yang bertujuan untuk melindungi konsumen agar dapat mengonsumsi makanan yang memenuhi kriteria halal, aman, dan sehat sesuai syariat Islam. Sedangkan Wisata Ramah Muslim adalah destinasi atau tujuan wisata yang menyediakan fasilitas dan layanan yang memungkinkan wisatawan Muslim merasa aman dan nyaman dalam menjalankan kebutuhan ibadah dan gaya hidup mereka, tanpa harus secara eksklusif menawarkan konsep halal.
Komitmen Kawasan Halal (KKH) diwujudkan melalui upaya penyediaan produk, layanan, dan fasilitas yang sesuai dengan prinsip halal, sekaligus memberikan kenyamanan bagi masyarakat dan wisatawan, terutama wisatawan Muslim. KKH ini tidak hanya berfokus pada aspek sertifikasi produk, tetapi juga mencakup penguatan tata kelola, peningkatan kualitas layanan, pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pengembangan sumber daya manusia.

Rika Fatimah P.L., ST., M.Sc., Ph.D., Ketua Departemen Industri Halal (DIH) Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) DIY, sekaligus Founder, Konseptor, dan Tenaga Ahli G2R Tetrapreneur; Wakil Ketua Komtek 03 – 13 SNI G2RT yang juga merupakan Dosen Senior Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) menyampaikan bahwa untuk tahun 2026 kegiatan tata kelola kawasan berbasis prinsip halal dan keberlanjutan dalam agenda KKH bekerjasama dengan Departemen Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan Departemen Industri Halal (DIH) Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) DIY menyasar dua kawasan utama di perdesaan yang salah satu desa (kalurahan) telah mengimplementasikan Model G2R Tetrapreneur melalui dampingan Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Kalurahan, Kependudukan, dan Pencatatan Sipil (DPMKKPS), yaitu Kalurahan Wukirsari di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakara (DIY).
Rika menambahkan pada KKH yang dilakukan pada tahun 2026 adalah rangkaian dari Road to Jogja Halal Festival (JHF) #3. Bekerjasama dengan Program Master of Business Administration (MBA) Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada Kampus Jakarta dalam penyusunan video edukasi publik dan analisa KKH menggunakan pendekatan Operations & Technology Management (OTM) dan G2R Tetrapreneur, KKH dilakukan pada dua desa (kalurahan), yaitu Kalurahan Wukirsari (Kabupaten Bantul) dan Kalurahan Kalasan (Kabupaten Sleman). Selain itu, KKH juga dilakukan pada salah satu program Lembaga Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (LPEK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah (PP Muhammadiyah), yaitu Napak Tilas Kyai Haji (K.H.) Ahmad Dahlan.
Kegiatan tersebut disupervisi langsung oleh dosen pengampu bersama Departemen Industri Halal (DIH) Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) DIY dan LPEK PPM sehingga harapannya mendapatkan karya yang bermanfaat baik sebagai promosi Desa Wukirsari, Kalasan dan Program Napak Tilas KHA.Dahlan dalam syiar Halal-nya. Karya tersebut direncanakan untuk dapat ditayangkan pada Jogja Halal Festival (JHF) #3 sebagai bentuk edukasi publik MES DIY dalam inovasi Eksosistem KKH di DIY.

Keyperson dalam Komitmen Kawasan Halal (KKH) Wisata Ramah Muslim di Desa Wukirsari melibatkan berbagai stakeholder diantaranya Prof., Dr. Edy Suandi Hamid M.Ec selaku Ketua Umum MES DIY; Ir. Edy Muhammad selaku Koordinator Industri Halal Inti 1: Produk & Kegiatan Halal (Kawasan Halal/Juleha) Departemen Industri Halal (DIH); Budiharto Setyawan selaku Ketua Departemen Pariwisata dan Ekonomi Kreatif MES DIY); Raden Agus Trimurjanto selaku Ketua Departemen Perbankan MES DIY); dan Marlina serta Syarif Hidayat dari Unit G2RT Wukirsari.
Sementara itu untuk keyperson KKH Zona KHAS Kalasan melibatkan antara lain Kurnia Wiradimulya selaku Anggota Departemen Pengembangan Organisasi dan Kajian Strategis MES DIY; Prof. Dr. apt. Nurkhasanah, M.Si. selaku Koordinator Industri Halal Berkembang 1: Edukasi & Media Halal DIH MES DIY; Budi S Kurniawan, S.E., M.M. selaku Koordinator Industri Halal Inti 1: Produk & Kegiatan Halal (Kawasan Halal/Juleha) Departemen Industri Halal (DIH); dan Edi Sunarto, S.E., M.M. selaku Ketua Lembaga Wakaf MES DIY).
Sedangkan untuk keyperson KKH Wisata Ramah Muslim Napak Tilas KH Ahmad Dahlan adalah Perwakilan Lembaga Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Pimpinan Pusat Muhammadiyah (LPEK PP Muhammadiyah) & Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) DIY, antara lain Drs. H. Warsangka selaku Ketua Umum LPEK PP Muhammadiyah; Nur Aisyah Haifani, S.T. selaku Bendahara Umum LPEK PP Muhammadiyah & Koordinator Industri Halal Berkembang 1: Edukasi & Media Halal DIH MES DIY; Ghifari Yuristiadhi, M.A., M.M., CHE selaku Wakil Sekretaris 4 LPEK PP Muhammadiyah & Anggota Departemen Pariwisata dan Ekonomi Kreatif MES DIY; dan Abu Yazid, S.IP., MM selaku Anggota Bidang Organisasi dan Hubungan Antar Lembaga LPEK PP Muhammadiyah. Diharapkan ikhtiar sederhana ini dapat membantu edukasi masyarakat luas sebagai media promosi keilmuan lintas stakeholder dan perencanaan model wirausaha asli Indonesia.











