Yogyakarta, Kansnews.com – Satu kampus, sejak 1965 peduli terhadap ilmu pembangunan masyarakat desa, STPMD (Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa) ‘APMD’ bersinergi dengan Sastra Bulan Purnama, satu komunitas sastra di Yogya, yang peduli terhadap pengembangan dan pertumbuhan sastra, bersinergi meluncurkan satu buku kumpulan puisi berjudul ‘Air Mata Kata’ karya 13 penyair Yogya.
Peluncuran buku puisi akan dilakukan, Sabtu, 20 Juni 2026, pkl. 15.30 – 18.00 di Aula STPMD ‘APMD’ Jl. Timoho No.317, Baciro, Kec. Gondokusuman, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55225. Para penyair yang puisinya ada dalam buku ‘Air Mata Kata’ tidak membacakan puisi karyanya, melainkan akan dibacakan para pembaca puisi dan tokoh masyarakat sebagai pembaca tamu, seperti Prof.Dr. PM. Laksono, Guru Besar FIB UGM, Prof. Dr. Fathul Wahid, mantan Rektor UII dan Dr. Hj. Yuni Satia Rahayu, SS., M.Hum Anggota DPRD DIY.
Dua pengajar STPM ‘APMD’, Tri Agus Susanto Siswowiharjo dan Irsa Irasari akan membacakan puisi karya Ons Untoro, puisi karya Ninuk Retno Raras akan dibacakan Tari Sudhiarto, puisi Menik Sithik dibacakan Luwi Darto, Puisi Ana Ratri dibacakan Tortor, puisi Bambang Widatmoko dibacakan Rina Nikandaru, puisi Joshua Igho dibacakan Yopie Tiptony dan Salame Elmie, puisi Nunung Rieta dibacakan Coach Erwin, puisi Yuliani Kumudaswari dibacakan Yuli Purwati, puisi Sonia Prabowo dibacakan Muhammad Sheva Athaya, puisi Savitri Damayanti dibacakan Yantoro, Puisi Ummi Azzura Wiyana dibacakan Krishna Miharja, puisi Latief Noor Rochmans dibacakan Thalita Alkalila Fadillah dan puisi Marjuddin akan dibacakan sendiri. Selain pembacaan puisi, Joshua Igho akan melantunkan lagu puisi karya sendiri.
Tri Agus Susanto Siswowiharjo, Wakil ketua Bidang Kemahasiswaan STPMD ‘APMD’ menyampaikan, perguruan tinggi di mana ia mengabdikan ilmu memiliki jurusan komunikasi, dan karya sastra tidak bisa dilepaskan dari komunikasi, oleh karena itu STPMD ‘APMD’ membuka ruang bagi komunitas Sastra Bulan Purnama, yang sudah lama berkiprah, untuk saling bersinergi.
“Ini bukan kali pertama Sastra Bulan Purnama (SBP) bersinergi, di bulan Nopember 2024 dan Nopember 2025, SBP dan STPMD menerbitkan antologi puisi berjudul ‘Pulang Ke Rumah Nenek’ (2024), dan “Kitab Omon-Omon (2025),’ dan dibacakan di Aula STPMD” ujar Tri Agus Susanto Siswowiharjo, biasa dipanggil Tass.
Ons Untoro, Koordinator Sastra Bulan Purnama menyebutkan, selama ini SBP membuka kerjasama dengan berbagai kelompok masyarakat termasuk perguruan tinggi, dan STPM ‘APMD’ satu-satunya perguruan tinggi, yang membuka ruang kerjasama. Ada juga komunitas budaya atau lembaga yang terus membuka ruang kerjasama dengan SBP seperti Sangkring Artspace, Museum Sandi dan Balai Bahasa Yogyakarta.
‘Penyair yang tampil di Sastra Bulan Purnama tidak hanya dari Yogya, melainkan penyair dari berbagai kota di Indonesia,” ujar Ons Untoro. (*)











