Wawancara Khusus Rika Fatimah,S.T., P.L., MS.c.,Ph.D.
Pada Senin, 3 Agustus 2026, Badan Standarisasi Nasional (BSN) telah resmi menerbitkan Keputusan (SK) penetapan SNI 9445:2026 Global Gotong Royong (G2R) Tetrapreneur – Bagian 1: Pedoman Mutu Ekosistem Wirausaha.
Melalui penerbitan SK tersebut, SNI G2R Tetrapreneur secara resmi diberlakukan sebagai kebijakan nasional pertama tentang inovasi pedoman mutu ekosistem gotong royong dalam berwirusaha yang secara formal meluas hendaknya dapat diimplementasikan secara nasional. Terbitnya SNI G2R Tetrapreneur merupakan sebuah langkah penting dan menjadi hasil dari proses, kontribusi, serta gotong royong Bapak/Ibu semua. Semoga melalui SNI ini, pengembangan wirausaha tidak hanya diarahkan pada pencapaian keuntungan, tetapi juga pada terciptanya ekosistem asli Indonesia yang nyata bergotong royong dalam rantai usaha dari hulu hingga hilir, inovasi akses pasar non-kompetisi, inovasi kualitas pasar kompetisi, dan inovasi pasar kebijakan bagi pengembangan produk unggulan ikonik global.
Berikut di bawah ini adalah wawancara selengkapnya dengan Rika Fatimah,S.T., P.L., MS.c.,Ph.D. founder konsep Global Gotong Royong (G2R) Tetrapreneur, yang juga dosen Fakulta Ekonomi dan Bisnis Universitas Gajah Mada Yogyakarta.
Kansnews.com : Kapan dan oleh siapa SK SNI G2R Tetrapreneur disahkan?
Rika Fatimah:
Sebagaimana merujuk Keputusan Kepala Badan Standarisasi Nasional Nomor 408/KEP/BSN/8/206 tentang Penetapan SNI 9445:2026 Global Gotong Royong (G2R)Tetraprneur – Bagian 1: Pedoman Mutu Ekosistem Wirausaha yang berlaku per keputusan ditetapkan tanggal 03 Agustus 2026.

Kansnews.com: Apa konsekwensi dari terbitnya SK SNI G2RT bagi usaha kecil menengah yang telah bergabung dalam G2RT?
Rika Fatimah:
Gotong Royong merupakan khazanah bangsa Indonesia sejak nenek moyang yang secara awam menjadi kekuatan pergerakan masyarakat luas khususnya pada aspek sosial dan budaya. Melalui berlakunya SNI G2R Tetrapreneur ini masyarakat dikuatkan impelementasi dan praktik kesehariannya menjadi kewajaran bergotong royong dalam berwirausaha dan tidak semestinya sendiri-sendiri.
– Kesederhanaan dan kebijaksanaan bangsa ini diharapkan terwadahi secara formal dengan ada nya pedoman mutu nasional untuk wirausaha yang bergotong royong.
– SNI G2R Tetraprneuer selaras dengan kepastian kebijakan nasional sebagai salah satu kesempatan kewujudan Ekonomi Pancasila yang berkeTuhanan, Berkemanusiaan, Bersatu, Berkebijaksanaan dan Berkeadilan.
– Memberikan semangat kepastian bergerak dan bersatunya UMKM untuk membentuk kelembagaan bersama utk bergerak bersama sehingga keseimbangan pasar yang berpihak tercipta pada mayoritas pelaku UMKM yang skala usahanya yang masih mikro, kecil dan menengah.

Kansnews.com: Apakah SNI G2RT ini nantinya mengarah sama seperti sertifikasi bidang sistem manajemen mutu ISO 9000, ada lembaga konsultasi dan lembaga sertifikasi?
Rika Fatimah:
Peta Jalan paska terbitnya pemberlakuan SK SNI G2R Tetrapreneur ini sedang disusun bersama Komtek 03 – 13, Kementrans RI dan BSN serta keterlibatan berbagai stakeholders untuk menjadi tindak lanjut kedepannya sehingga kebijakan yang sudah ditetapkan menjadi SNI yang pro-aktif pada implementasi nasional.
– SNI G2R Tetrapreneur direncanakan berseri untuk pengembangan kedepannya. SK SNI G2R Tetrapreneur kali merupakan Bagian 1 yaitu pedoman mutu umum dari dua bagian lainnya yaitu Bagian 2 tentang pengembangan substansi per tetra dan Bagian 3 tentang pengembangan praktik nya G2R Tetrapreneur.
– Adanya seri G2R Tetrapreneur ini pada pengembangan kedepannya diharapkan menjadi bagian seri standarisasi global seperti pada bidang sistem manajemen mutu ISO 9000 yang kemudian diadopsi dan menjadi kewajaran praktik negara-negara dunia.
– Sebagaimana halnya seperti pengembangan standar mutu halal yang kemudian berkembang menjadi sertifikasi halal, maka SNI G2R Tetrapreneur pula memerlukan pengembangan kelembagaan yang berskala nasional hingga global termasuk adanya ada lembaga konsultasi dan lembaga sertifikasi.

Kansnews.com: Bisa diceritakan sedikit, apa sja kendala yang dihadapi ketika merintis pembuatan SNI G2RT, terkesan konsep normatif? beda dengan sertifikasi teknis produk ya?
Rika Fatimah:
Suatu hal yang wajar bagi inovasi pada bidang apapun mencetak suatu kebaruan (newnest) dan keaslian (originality).
– Inovasi kebijakan nasional merupakan suatu hal yang berdampak multifiers-effect. Prinsip kehati-hatian serta peran Komtek 03 -13 yang mewakili stakeholders seperti unsur pemerintah, unsur pakar, unsur pengusaha, dan unsur konsumen bersama komitmen Kementrans RI sebagai Sekretariat SNI G2R Tetrapreneur merupakan syarat ketetapan dari BSN yang berlaku untuk semua pengajuan SNI baru termasuk untuk layak dimulainya proses penyusunan SNI G2R Tetrapreneur ini.
– Keaslian G2R Tetrapreneur mewujudkan the intangible yaitu khazanah gotong royong dalam pedoman mutu berwirausaha merupakan penyatuan norma bangsa yang dituangkan dalam keputusan-keputusan wirausaha dalam proses bisnisnya.
– Setara dengan Pedoman Mutu Manajemen ISO 9000 maka yang diatur bukan hanya end product nya namun wirausaha nya atau pelakunya dalam berkegiatan wirausahanya. Prinsip-prinsip Ekonomi Pancasila secara nyata dituangkan sebagaimana prinsip-prinsip manajemen dalam manajerial global ISO 9000.

– Universal dan mulianya norma (norms) dan nilai (value) dalam Ekonomi Pancasila merupakan suatu prinsip dan praktik global yang sewajarnya menjadi panutan bagia dunia.
Kansnews.com: Ada rencana syukuran dan seremoni dari pengesahan SK SNI G2RT di Jogja?
Rika Fatimah:
Masyarakat luas terutama berbagai pegiat G2R Tetrapreneur bukan saja di DIY namun juga tersebar di berbagai wilayah lainnya seperti Sulawesi, Tangerang, Wonosobo, Purworejo, NTB, Aceh dsb sangat berharap ekspose publik hingga media bersama pemerintah dapat mengawal launching, seremonial dan sosialisasi menyambut penetapan SK G2R Tetrapreneur.
– Percepatan impelementasi nasional sewajarnya memerlukan ekspose nasional pula sehingga sangat membantu key entrance dari masyarakat luas untuk dapat bergerak bersama sehingga SNI G2R Tetraprneeur ini benar-benar menjadi ‘tuan rumah praktik wirausaha asli Indonesia’.
– Harapannya Kementrans RI sebagai Sekretariat G2R Tetrapreneur pula dapat menjadi leading movement bagi percontohan nasional untuk masyarakat luas dan berbagai pihak stakeholders. (p17)










