Adakah yang mendengar
suara tangis bayi
kelaparan di tengah malam?
Ibu kehabisan susu
mau membuat air tajin
beras dan gula kelapa habis
gas kompor hilang dari pasar
kayu bakar sisa
amben bambu rusak
memasak air sumur
ditambah tetesan air mata
air mendidih
kesedihan mereda
bayi minum air hangat
tangis terhenti sebentar
menunggu adzan awal selesai.
Tetangga shalat malam
mendengar tangis yang bersambung
menjelang Subuh
dia mengemasi makan sahur
membungkus dengan daun pisang dan plastik
mengetuk pintu rumah bayi itu
hidangan yang sebenarnya untuk sahur
menjadi hidangan makan dinihari
Ibu itu memperoleh susu di tubuhnya
untuk bayi.
Sambil berjalan menuju masjid lelaki itu
mencari suara tangis bayi itu lagi
tidak dia ketemukan
justru suara tawa bayi
bergema ke seluruh kampung
lelaki itu juga mendengar para malaikat tertawa
ia pun menangis
teringat bagaimana
saat menjadi pejabat negara
ia selalu menulikan telinga
terhadap tangis bayi, tangis ibu ibu, tangis tukang becak, tangis buruh yang kehilangan pekerjaan
karena pabriknya tutup setelah pabriknya oleng
dihajar benda impor seberang lautan
yang sebenarnya melanggar aturan
bukan dibakar
malah dibanjirkan ke pasar dan toko toko
lelaki itu makin menangis dalam sujudnya
ingat bagaimana ia berbuat jahat pada rakyat sendiri yang sebenarnya butuh pertolongan
bukan kebijakan yang menipu
ia merasa membantu makannan untuk ibu
agat bisa menyusui bayi kelaparan
tidak sebanding dengan dosa ekonomi yang ia perbuat selama jadi pejabat
ia terus menangis setelah shalat subuh
sampai matahari terbit
ia mohon ampun
karena tidak berdaya lagi membalikkan kebijakan
menjadi berpihak pada rakyat miskin
Ia terus menangis sampai pingsan
penjaga masjid menelepon untuk meminjam mobil
di rumah sakit ia sadar dan bangun dalam ketakutan
“Apakah saya akan dibawa ke neraka?”
tanya dia lalu pingsan lagi.
Dokter membuatnya siuman, tersenyum,
“Bapak masih di dunia. Di rumah sakit.
Isteri Bapak yang baru menengok cucu
segera kemari.”
“Saya tidak dimasukkan neraka kan?”
“Tidak.”
“Dokter kok tahu?”
“Tadi ada malaikat berbisik kepadaku bahwa
dinihari tadi Bapak baru saja menyelamatkan seorang bayi kelaparan.”
“Kan yang saya selamatkan hanya seorang padahal saat saya jadi pejabat negara telah membuat jutaan bayi negeri ini kelaparan.”
Dokter tersenyum lebar,” Menyelamatkan satu jiwa manusia sama dengan menyelamatkan seluruh umat manusia.’
“O, begitu ya Dok?”
” Ya begitulah.”
“Terima kasih Dok.”
Lelaki tua itu menyalami Dokter
Ia ciumi tangan dokter sambil menangis.
28 Juli 2025
Advertisement