Puisi oka swastika mahendra
Bintang berkilau palsu Bersembunyi di balik seragam
Pangkat menjulang langit
Moral terbenam lumpur
Negeri menonton tertawa
Jenderal tersandung gelombang
Penyadapan membuka panggung
Bisik-bisik menjadi bukti
Topeng mulai terkelupas
Kepongahan kehilangan suara
Bintang empat bersinar
Tapi nurani redup
Seragam gagah berwibawa
Kelakuan penuh sandiwara
Rakyat membaca drama
Katanya penjaga negeri
Mengapa telinga mencuri?
Katanya benteng kehormatan
Mengapa rahasia diintip?
Siapa sedang ketakutan?
Pangkat bukan mahkota
Jabatan bukan kekebalan
Bintang bukan kesucian
Seragam bukan pembenaran
Hukum jangan dipermainkan
Kini panggung terbuka
Para pemain tertangkap
Naskah mulai terbaca Sandiwara kehilangan sutradara
Penonton menuntut jawaban
Wahai jenderal perkasa
Mana gagahmu sekarang?
Ketika fakta berbicara
Ketika rahasia terbongkar Ketika publik bertanya
Bintang-bintang cap badut
Kelas dewa bersolek
Di panggung kekuasaan
Menjual wibawa murahan
Membeli malu sendiri
Catatlah sejarah negeri
Pangkat bisa memudar
Jabatan bisa tumbang
Namun ingatan rakyat
Tak mudah disadap.
Jogjakarta, 4 November 2026
Advertisement










