Kans Jawara

Padusan

0
Puisi Slamet WidodoIngatan ku lintasi zaman.Kanak kanak ku lalui petualangan.Jejak jenaka jelajahi tlatah Mangkunegaran.Balekambang taman pesanggrahan.Nun di sudut taman tepi jalan.Area pemandian pendidikan permainan.Di...

Cinta yang Ruwet

0
puisi marlin dinamikantoCinta terjebak macet jalanan ibukota tak ada polisi hanya tukang parkir liar mengatur hidupnya Cinta terhimpit takut dibegal digangsir diperkusi polisi...

PUISI-PUISI MUSTOFA W HASYIM

0
Taman KemuliaanTaman Kemuliaan itu bernama bulan puasa. Disiram doa dan harapan. Pohon pohon kesadaran tumbuh subur dengan batang dan daun ibadah bunganya adalah cinta...

Menemukan Kembali Rasa Malu

0
Catatan Mustofa W HasyimSuatu malam, seorang kakek menegurku dengan nada marah,"Jangan biarkan bangsamu terlalu lama kehilangan rasa malu!Dalam bahasa Jawa, malu itu disebut perwira;...

Menantang Tirani Kemustahilan

0
Catatan Cak ATJika ada kompetisi untuk gelar "Raja Mimpi Tak Masuk Akal," Larry Ellison pasti menjadi pemenang mutlak. Chairman Oracle ini bukan hanya berani...

Revolusi Zhen Feng

0
Catatan Cak ATPernahkah Anda mendengar istilah "cut and paste"? Biasanya, ini berkaitan dengan pekerjaan dokumen, tetapi berkat Zhen Feng, seorang ilmuwan gene-editing asal Tiongkok-Amerika,...

Linux Bersama Android

0
Bayangkan, ponsel atau tablet Android Anda berubah menjadi workstation Linux portabel. Tambahkan monitor dan keyboard, maka Anda punya pengganti PC Catatan Cak ATBayangkan ini: Tahun...

Tanah Airku !

0
Sajak Afnan Malayaku melihat tanah airku,umat-umat berduyun-duyunpenuhi rumah-rumah kesucian, tapikotoran terusbertebaran aku melihat tanah airku,murid-murid berduyun-duyunmenemui guru-guru peradaban, tapitambah harikian suramaku melihat tanah airku,orang-orang...

Tujuh Belas Jurus Sederhana

0
Puisi Mustofa W HasyimPertama bertanya kepada diri sendiriKedua bertanya kepada diri sendiriKetiga bertanya kepada diri sendiriKeempat bertanya kepada diri sendiriKelima bertanya kepada diri sendiriKeenam...

R i n d u

0
Dulu rindu pernah dilarang. Ishak Rafick memotretnya dalam puisi berjudul Rindu. Puisi ishak rafickRinduu u uJangan katakanNanti didengar virusCorona menguntit setiap Tempat pertemuanMasjid warung...

Follow us

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest news