Tersenyumlah pada Januari
Karya : Mustofa W HasyimDesember, bulan kenyang oleh luka, dusta dan bencanaKorupsi, pesugihan moderndengan tumbalrakyat jelataTahun demi tahuntak ada habisnyaracun zamanditaburkan di pikiranBenalu benalu...
Puisi Doa Untuk Sumatra
Oleh: Mustofa W HasyimBanjirLongsorBanjirLongsorBanjirLongsorBanjirBanjirBanjirBanjirBanjirBanjirBanjirBanjirLongsorLongsorLongsorLongsorLongsorLongsorLongsorLongsorBanjir berkataLongsor berkataBanjir berkataLongsor berkataMusim meliukkancakrawalaDoa doa akan tumbuhdari hutan hutan tandusbayi bayi belajar berdiribelajar menatap langit.belajar bertanyaAngin yang berubah embunmerayu...
Bendera Putih Ini
Puisi Pril HusenoBendera putih ini, naik tinggi sudahDiiringi derai air mata ibu, yang tetes matanya mengalir doa doa ...Inilah nak, segenggam merah putih yang...
Pil Hasrat
Catatan Cak ATKonon, dalam kamus besar kehidupan modern, ada satu bab yang ditulis dengan tinta tipis dan dibaca sambil lalu: seksualitas perempuan. Bab itu...
Apresasi Sastra ”Tukar Akar” di Omah Petroek
Yogyakarta, Kansnews.com - Minggu, (14/12) menjadi momen penting bagi Tukar Akar. Komunitas sastra yang sudah 2 tahun berjalan ini kembali menyelenggarakan kegiatan sastra berkolaborasi...
Cerita dari Perempuan di Bulan Purnama
Yogyakarta, Kansnews.com - Tia, seorang gadis yang memiliki trauma untuk berumah tangga. Bukan karena pernah gagal dalam rumah tangga, melainkan melihat ibunya yang sering...
Akhirnya Mati!
puisi anto narasomaakhirnya, tanah itu terkulai dalam tumpukan kekejian yang membawa kematian bagi tangan-tangan terkulai dalam genangan lumpuryang menyisakan badai air matamaka,ribuan gelondong wajah...
Sujud Terakhir di Balik Lumpur Bencana
Puisi Yenyen T IskandarAir mata ini terus mengalir, bukan hanya karena kehilangan, tetapi karena kesaksian atas kemuliaanmu, Ibu. Tangan yang seharusnya memelukmu kini harus...
Cara Tuhan
Puisi Musftofa W HasyimBanjir dan longsorLongsor dan banjirmenerjang ruang dan waktu yang gentingnenghantam kesadaranbahwa membiarkankejahatan lingkunganharus dibayar dengan bencanayang tak terbayangkan sebelumnyaSumatra yang dulu...
Kepada Tan Malaka
Sajak Afnan Malay kemerdekaanitu, tak sampai jua seratus persen, pintamu Tansia-sia menghilang yang datangcelaka ditabung puluhan tahundalam celengan-celengan nista terbuat dari terakota terlepas tangan...

















