Lebaran Kepagian
Cerpen Absurd Gus Nas Jogja Matahari bangkit dengan rahang terkatup rapat, enggan menumpahkan cahaya sepenuhnya ke lembah Tamiang yang masih basah. Di tanah lapang...
Menjaring Lailatul Qadar
Cerpen Spiritual Gus Nas Jogja Malam itu, Marunda bukan lagi sekadar koordinat di utara Jakarta yang pengap oleh debu pelabuhan dan amis ikan yang...
Sang Peramal
Cerpen Absurd Gus Nas Jogja Ruang Sidang Dewan Keamanan PBB yang Berbau Kapur Barus dan MesiuAku duduk di kursi berlapis kulit jaguar imitasi di...
Comberan Ego Amerika
Cerpen Absurd Gus Nas Jogja Aku berdiri di lantai paling atas Markas Besar PBB di New York, tapi gedung ini tidak lagi menjulang ke...
Darah Juang Penyair Mbeling
Cerpen Absurd Gus Nas Jogja "Penyair tidak menulis di atas kertas; ia menulis di atas kulit dunia yang terkelupas."Aku terbangun dengan rasa lapar yang...
Kenapa Ada Kacang Lupa Kulitnya
Cerpen AbsurdGus NasUtrecht sedang murung. Langit di atas Oudegracht tampak seperti bubur gandum yang basi, abu-abu dan lengket. Aku, Sang Penyair Mbeling, duduk di...
Balada dari Desa
Cerpen Ikhwan Hanafi"Wahai diri, apa yang hendak kau cari di dunia yang fana ini? Apakah hanya kesemuan materi? Atau hanyalah ilusi yang tak bertepi?”...
Yang Mulia Jambret
Cerpen Absurd
Oleh: Gus Nas Jogja Lampu merkuri di perempatan tugu Jogja bergoyang seperti batang kangkung yang dimasak terlalu matang. Aku, sang Penyair Mbeling...
K U R I R
Cerpen Ishak RafickSeorang kurir tiba-tiba menggemparkan jagat maya republik. Apa fasal? Fasalnya sederhana saja. Dia menulis di akun twitternya sebuah pernyataan pendek, bahwa...
Wali Rajab
Cerpen Absurd Karya: Gus Nas Jogja Banjir yang Menelan Waktu dan Keimanan. Sumatera sedang melarungkan dirinya sendiri dalam pusaran Banjir Bandang dan gelombang lumpur....

















