Berlembar Catatan
Puisi: Akbar AP"Pusing kepalaku, riuh pikiranku, tolong jangan berisik!"Gumaman demikian akankah kita temukan ketika senja di Teheran disaput malam berbau mesiu?Kata-kata keluhan begitu dapatkah...
Idul Fitri
puisi Mustofa W HasyimHari yang melembutkan hatimenjadi adonan rindukasih sayang murnitertata di meja waktumenjadi hidangan cinta yang gurihbagi ayah ibu dan anak cucusementara ruang...
Kedalaman Lahir Batin Maaf Kami Sekeluarga
Puisi oka swastika mahendra1Kedalaman lahir batin kami menunduk sunyiDi ambang waktu biru bergetar oleh panggilan suciPuasa menjadi sarana jembatan antara raga dan nurani,Kami berjalan...
Formalitas Lebaran
Puisi Esai: Ahmad RosihinBesok atau lusa hari raya, mari kita maaf-memaafkan dengan tulus dari hati terdalam. Untuk apa maafan haru, tapi setelahnya kembali berseteru?...
Angkara Hari Raya
Puisi Akbar APDi hari nan fitri, harusnya aku memaafkanmu. Tetapi aku tidak mau. Kau terlalu jahat.Sudah hatiku kau rusak dengan hari-hari yang kelam.Harapan yang...
Cermin Kaca Dua Episode
Puisi Anto Narasoma1)begitu hitam cuaca malam --ketika ayat-ayat cinta menghambakan kesucian-Mu dalam pancaran cahaya malam nuzulul Quranlalu,lantunan Al-Quran membuka miliaran cahaya yang berkelindan antara...
Nuzulul Quran
Puisi Oka swastika mahendra1Blak semelak byakWengi ramadan suciLangit mbukak cahyaTedhak wahyuSaka Gusti AllahKagem Nabi MuhammadNuntun umat manungsa2Guwa Hira sepiNabi meneng weningNgupadi pitedahNgrasakake jamanPeteng tanpa...
Maret Muram
Sajak Marlin Dinamikanto hilal tak terlihatdari atas menara hitam gelap berkencanmendung berkejaranbertatap gerimis muramtak juga hujandari baskom cenayang terlihat wajah kuyup bersandar beringin tuarapuh....
Pada Secangkir Cinta
Puisi Anto Narasomahanya setitik airketika sepuluh hari terakhir kau tiba di sinimaka,kesucian hatilahyang mengucap-ucap kebesaran-Mu, setelah melewati perjalanan haus dan laparmemang,bukan sekadar wajib melintasi...
O, Pak Ketua
Puisi Anto Narasomao, baunya khasdan bunyinya bagai bom yang berjoget salsa sebelum kau duduki kursi pertama dalam kampanye laluseperti kentutbunyinya waw, baunya berkelindan dari...

















