Puisi : Kakek Parewa
Tujuh puluh sembilan tahun sudah
Bangsa ini merdeka dari penjajah
Ribuan nyawa melayang di ujung senjata
Darah menetes membasahi tanah
Tulang belulang menjadi saksi perjuangan
Para pendahulu kita mengusir angkara murka
Dari tanah air yang begitu dicinta
Di tengah gemuruh pertiwi yang pilu
Kita bangkit dari lumpur sejarah yang kelam
Merdeka!
Teriak jiwa-jiwa yang tak mau bungkam
Walau badai masalah tak pernah sudah
Menghantam dari segala arah
Di angkasa sang saka berkibar megah
Di balik bendera merah putih
Ada wajah bermuram durja
Hati yang terkoyak dan terluka
Namun ada juga tawa sinis
Mengiris kepercayaan rakyat
Semua janji diobral sana sini
Tapi tak satupun yang ditepati
Hanya menjual mimpi demi kekuasaan
Tangan-tangan kotor merenggut harapan
Di lorong gelap partai, suara rakyat digadai
Pejuang dulu mati demi kita merdeka
Kini penjajah adalah kita sendiri
Yang menghalalkan segala cara demi kursi
Kue kekuasaan yang sangat diminati
Bahkan sampai menggadaikan ibu pertiwi
Tak akan kita tunduk pada kelam
Tak akan kita takut pada yang kejam
Tak akan kita lari walau dikebiri
Tak akan kita cerai berai walau dipecah
Tak akan kita saling tikam walau diadu domba
Dalam sanubari, semangat juang masih menyala
Dalam diam rakyat menunggu saatnya tiba
Untuk merebut kembali merdeka yang hakiki
Merdeka bagi buruh, nelayan dan petani
Merdeka bagi seluruh anak negeri
Merdeka bagi pemilik tanah ibu pertiwi
17 Agustus 2024
picsource : kompas