Yogyakarta, Kansnews.com – Mengawali tahun 2026, Sastra Bulan Purnama (SBP) melakukan kolaborasi dengan Majalah Literasi Guru (Maligu), satu komunitas yang terdiri dari berbagai profesi, yang masuk dalam kategori pendidik, sehingga tidak hanya guru, dosen melainkan ada wartawan, penulis, pustakawan, pegiat literasi dan lainnya, yang menjadi anggota Maligu.

Dua komunitas, SBP dan Maligu berkolaborasi mengisi kegiataan Sastra Bulan Purnama, sekaligus mengenalkan Majalah Literasi Guru, yang sudah terbit 6 kali. Majalah ini terbit satu tahun 2 kali terbit. Kali pertama terbit, 22 Desember 2019. Edisi terbaru terbit Desember 2025.

Di Sastra Bulan Purnama edisi 172, yang akan diselenggarakan Sabtu, 10 Januari 2026, pkl. 15.30 di Museum Sandi Jl. Faridan M Noto No.21, Kotabaru, Kec. Gondokusuman, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55224. Atau di utara Raminten dan Balai Bahasa Yogyakarta, atau sebelah barat SMA Stella Duce 1, Kotabaru, atau juga sebelah selatan ban-ban Gondolayu, akan diisi bincang literasi bersama Y.B. Margntoro, Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi Maligu dan Probo Pangripto, Manajer produksi. Selain itu akan diisi pembacaan fiksi dan esai karya anggota Komunitas Maligu, di antaranya, Susy Ernawati, Suwarti, Atun Pratiwi, Yoseph Nai Helly, Atiek Mariati, Andre Moedanton, Anindya Barata, Suwarti.

Ons Untoro, Koordinator Sastra Bulan Purnama menyampaikan, selama ini Sastra Bulan Purnama seringkali melakukan kolaborasi dengan komunitas-komunitas sastra, baik yang ada di Yogya maupun luar kota, misalnya Rumah Sastra Sragen, Melati Rinonce.

“Selain, tentu saja, dengan para penyair, cerpenis yang meluncukan bukunya di Sastra Bulan Purnama. Mereka datang dari berbagai kota di Indonesia,” ujar Ons Untoro.

Y.B. Margantoro, Pemimpin Redaksi Maligu menyampaikan, dalam kegiatannya ada lima aktivitas literasi yang dilakukan, yakni Maligu Event, Maligu Dialog, Maligu Pustaka, Maligu Award, dan Sekolah Menulis MALIGU (SMM).

“Semua kegiatan itu telah dilaksanakan secara rutin selama enam tahun usianya, menuju tujuh tahun pada Desember 2026,” kata Y.B. Margantoro.

Dijelaskan oleh Y.B. Margantoro, Maligu diterbitkan oleh Komunitas Literasi Yuk Belajar Menulis (YBM) yang kemudian diampu oleh Penerbit Mitra Mekar Berkarya (MMB) bekerja sama dengan Penerbit Gema Godam Grafika Yogyakarta.

“Penerbitan media literasi ini dimaksudkan sebagai peran serta nyata pegiat literasi dalam ikut serta mengembangkan Gerakan Literasi Nasional”, lagi-lagi Y.B. Margantoro menegaskan.

Ons Untoro menyampaikan, selama Januari sampai Desember 2026, jadwal Sastra Bulan Purnama sudah penuh. Para pengisi menampilkan peluncuran buku puisi dan cerpen, baik karya personal maupun karya kolektif, yang dikelola oleh satu komunitas.

“Sastra Bulan Purnama akan terus memberi ruang kepada para pegiat literasi dan sastrawan untuk mempublikasikan karyanya dalam bentuk visual: dibacakan, dilagukan, didramatisasikan dan lainnya,” kata Ons Untoro. (*)


Advertisement
Artikulli paraprakPilkada via DPRD: Jebakan Batman untuk Demokrasi Daerah yang Sudah Rapuh
Artikulli tjetërSaatnya Sumatra

Tinggalkan Komentar