Puisi Naim Emel Prahana

dunia ini lemah lembut
terlalu banyak pemberiannya
yang kita tinggalkan pada jejak
saat kita berada di depan gerbang waktu
beberapa saat lagi hitungannya telah berubah
kita masih merenungkan alam pikir

dunia ini penuh kasih sayang
kenapa banyak yang abaikan
kita sedang tak baik-baik saja
risau yang tak terjangkau
lepas yang selalu dianggap sepele

dunia ini penuh cinta
kenapa banyak yang merubah wajah
sampai air gunung meluncur deras
sampai air laut hempaskan pantai
sampai api bakar kemunafikan
sampai angin meniup marahnya

kenapa kita masih bersikeras, hebat
sedangkan kita tak sanggup melawan
hanya satu gigitan nyamuk iseng.


31 Desember 2025

Advertisement
Artikulli paraprakResolusi Hidup 2026
Artikulli tjetërKejujuran yang Diam

Tinggalkan Komentar