Oleh : Inez Syawalytrie Favourita
Resmi menyandang gelar alumni dari almamater pada Rabu, 22 Mei 2024 lalu menandakan telah berakhirnya tugas menjadi seorang siswa di sekolah yang beralamatkan Jalan Tugu Utara no 1 Malang itu. Sekolah yang berdiri megah di tengah-tengah padatnya kota Malang ini menyimpan banyak sekali cerita. Bagaimana perasaanmu ketika ditanya tentang apakah menjalani kegiatan di sekolah itu menyenangkan? Tentu saja lebih dari kata menyenangkan saja. SMA Negeri 1 Malang ialah tempat di mana rasa penasaranku terbayar, semua dimulai dengan hal sederhana yang mungkin tidak begitu pentingnya dengan apa yang seharusnya kita rasakan di dalam hati, karena kebanyakan hal yang indah meninggalkan jejak yang bahkan sulit untuk bisa mengungkapkannya dalam untaian aksara. Segala hal baik adalah yang terkenang, mungkin ini menurut versiku dan pasti akan ada perasaan atau emosi yang lebih menggelegar daripada menurutku dan aku yakin ‘Mitreka Satata’ akan mendiami hati kita semua sekaligus pejuang yang telah ikut andil di dalamnya.
Tiga tahun bukanlah waktu yang singkat, juga bukan waktu yang terbilang lama. Tepat di mana aku adalah seorang lulusan baru yang hendak melanjutkan studi di jenjang menengah ke atas, kau tahu apa yang terpenting? Kau harus menghabiskan waktu dan menikmati masa terindah di sekolah yang tepat bersama orang-orang yang tepat pula. SMA Negeri 1 Malang telah membuka gerbang yang begitu lebar kepadaku, melalui tahapan perjuangan masuk kala itu aku berhasil menyandang gelar siswa di sekolah dengan sebutan Mitreka Satata tersebut. Menarik! Semua begitu antik pada mulanya, banyak rumor bertebaran mengenai sejarah panjang di tempat yang telah berdiri sejak 1950 itu. Tentu saja! Aku menjadi bagian dari sejarahnya dengan menjadi pembelajar di dalamnya. Semua orang tentu ingin menjadi “chaanakya” dalam bahasa Sansekerta yang bermakna pelajar yang baik, maka kau harus benar-benar mencintai tempat di mana kau menimba ilmu, bukan begitu?
Semua berjalan layaknya menjalani fase kehidupan normal pada umumnya, namun ini akan menjadi pengalaman terbaikku ketika menemukan sekumpulan pemikir yang akan mendukungmu di kala susah ataupun senang, seorang teman atau sahabat meskipun terbilang relatif, hal itu akan menjadi satu-satunya yang terbaik saat menghabiskan masa SMA. Tentu saja, banyak cerita dan hal kita alami; menangis berjamaah di kamar mandi sekaligus bolos salah satu mata pelajaran yang tak begitu kau senangi, atau sekadar pergi ke gazebo untuk membicarakan satu dua hal masalah sehingga kau harus memberikan kompensasi berupa kesulitan menjawab materi yang tertinggal karena terlambat masuk ke ruang kelas. Semua adalah tentang menjalankan yang menurut kita paling menyenangkan, tapi tetap untuk menjadi seorang chaanakya kau tidak boleh membolos atau lari dari kenyataan menghadapi materi pelajaran meski sesulit apapun itu. Seluruh sudut dan tempat terbaik menjadi saksi bahwa kita tidak menjadi hanya sebatas itu-itu saja, bumi Mitreka Satata banyak membawa perubahan besar atau lebih tepatnya loncatan dalam hidupku, meski bukan satu-satunya tapi aku percaya bahwa aku pun salah satunya. Di mana lagi memperoleh kesempatan mengenal begitu banyak manusia baik yang akan mendiami hatimu sampai kapanpun, sekolah juga memberiku banyak pengalaman bertemu dengan sosok terbaik menurut versinya masing-masing, baik itu guru maupun warga sekolah pastinya setiap orang memiliki selera tersendiri, namun seleraku mungkin meningkat dua kali lipat setelah menikmati prosesnya.