
Oleh: Haidar Bagir
Saat menyempatkan diri mengikuti kuliah musim panas di George Washington Universitas bersama Sayed Hossein Nasr, beliau pernah menceritakan sebuah kisah terkait dengan Ayatullah Khomeini. Waktu itu adalah saat terjadinya Perang Irak-Iran, yang memakan waktu sampai 8 tahun karena Iran ngotot tidak mau berhenti perang, meski bagi mereka itu adalah perang yang dipaksakan oleh Rezim Saddam di Irak—betapa pun Iran menderita korban manusia serta kerusakan fisik dan biaya perang yang amat besar. (Btw, meski tidak selengkapnya penuturan Sayed Hossein Nasr, saya sebelumnya sudah membaca cerita yang sama dari sebuah buku tentang Revolusi Islam di Iran).
Alkisah, saat itu banyak sukarelawan muda Iran menjadi korban dalam perang tersebut. Lalu, seorang murid yang gelisah bertanya kepada Imam Khomeini, gurunya: “Agha (Tuan), kenapa kau biarkan ini semua ini terjadi?”
Jawab Imam Khomeini, “Tuhan saja membiarkan ribuan orang tak berdosa gugur karena gempa bumi (di Iran memang tak jarang terjadi gempa bumi yg menelan nyawa ribuan orang). (Sedang ini pengorbanan— yang jelas tujuannya—untuk melawan agresi yang zalim).”











