Memerdekakan Kemerdekaan
(Mustofa W Hasyim)

Kemerdekaan telah disandera
pasar pasar pasar bawana
meja meja perundingan yang mengatasnamakan bangsa

Kemerdekaan telah digadaikan
lewat telepon jalur panas antar benua,
persilangan mistis surat elektronik yang dilindungi kode rahasia

Kemerdekaan telah dipenjara oleh kebebasan pasar baru
perdagangan yang bebas bukan perdagangan yang adil
menelikung memborgol dan meletakkan dalam sel sunyi seolah olah kemerdekaan adalah narapidana zaman yang divonis sebagai yang bersalah dan dipotret sebagai makhluk yang berwajah dungu tetapi kehadirannya sangat mengganggu kemapanan para pemodal yang merasa mampu memborong aset kebenaran hidup manusia

Kemerdekaan kini kesepian
tanpa teman
tetapi belum kalah dan tumbang
dia masih menyimpan semangat perlawanan yang dia sembunyikan di dalam sepatu bututnya.
Kemerdekaan masih mampu bernyanyi
atau menyiulkan lagu kerongcong yang romantis, Surabaya oh Surabaya, Selendang Sutera, Pahlawan Merdeka, Sepasang Mata Bola, Bandung Selatan di Waktu Malam
Ajaib, kemerdekaan mampu tertawa bangga setelah menyelesaikan lagu Kopral Jono, Pahlawan Sudirman dan lagu berbahasa Jawa, Pangeran Diponegoro

Dengan lagu lagu itu, Kemerdekaan telah memerdekakan dirinya sendiri.
Apakah kalian beruntung mendengarnya?
Bersyukurah jika telinga batin kalian masih hidup dan memghidupkan jiwa kalian sendiri.

Yogyakarta, 12 Agustus 2025,
ketika masih ada senja yang bercanda padaku.



Merdeka
(Mustofa W Hasyim)

Merdeka dari dusta
Merdeka dari dusta
Merdeka dari dusta
Merdeka dari dusta
Merdeja daru dusta
Merdeka dari dusta
Merdeka dari dusta
Merdeka dari dusta

Merdeka untuk cinta
Merdeka untuk cinta
Merdeka untuk cinta
Merdeka untuk cinta
Merdeks untuk cinta
Merdeka untuk cinta
Merdeka untuk cinta
Merdeka untuk cinta
Merdeka untuk cinta

Merdeka bersama damai dan bahagia
Merdeka bersama luka dan doa
Merdeka bersama kata dan pelukan mesra
Merdeka bersama waktu dan ruang pertemuan segar sederhana

Merdeka embun yang menjadi hujan
Merdeka benang yang menjadi selimut dan permadani
Merdeka payung yang menjadi tenda, tenda menjadi pendapa terbuka
Merdeka langit yang menjadi masjid dan masjid menjadi surga
Merdeka pohon yang menjadi taman, taman menjadi kebun, kebun menjadi hutan dan hutan menjadi benua rindu penuh makna

16 Agustus 2025

Advertisement

Tinggalkan Komentar