Taman Kemuliaan
Taman Kemuliaan itu bernama bulan puasa.
Disiram doa dan harapan.
Pohon pohon kesadaran tumbuh subur dengan batang
dan daun ibadah
bunganya adalah cinta kepada Tuhan dan kepada sesama.
Buahnya, kebajikan membagi manfaat kepada siapa yang memerlukan.
Oi taman kemuliaan, siapa yang masuk enggan keluar.
Taman kemuliaan makin harum manakala
yang bertadarus mampu memayungi jiwanya
dengan makna kitab suci.
Taman kemuliaan makin bercahaya
manakala anak anak yang bertarawih
menyanyikan lagu pujian yang lembut
membuat kampung seperti menari dengan khusyuknya.
2025 mwh
Makam KHA Dahlan
di tempat yang bersih
terang benderang ini
beristirahatlah sejarah
untuk dibaca jejaknya
bukan untuk dipuja
tapi untuk disaring
sari pati keteladannya
Lebih banyak sunyi terasa di sini
udara keikhlasan Kiai Dahlan
dan para penerusnya
sangat terasa menyentuh hati
para leluhur yang terkubur di sini
telah dilindungi dengan amal
kebaikannya menyatu dengan butir udara
yang masuk kampung dan sekolah
membuat para guru
memegang amanah
ketika mendidik muridnya
Dari jalan raya menuju makam memang berliku
seperti hidup
yang selalu diperjuangkan
agar sampai tujuan
2025
Kakek nenek buyut penulis puisi ini warga Karangkajen dan waktu kecil setiap Lebaran. berkunjung silaturahmi di kampung ini.
Advertisement