Dulu rindu pernah dilarang. Ishak Rafick memotretnya dalam puisi berjudul Rindu.


Puisi ishak rafick


Rinduu u u
Jangan katakan
Nanti didengar virus
Corona menguntit setiap
Tempat pertemuan
Masjid warung sekolahan
Tapi tidak tempat wisata

Nyanyikan saja lagu
Satu nusa satu bangsa?
Bukan
Wo aini
Sayonara EnKaEri

PPKM Darurat diperpanjang
Rindu dilarang
Pasukan polisi bersenjata
Nanar di setiap tikungan
Memaksakan vaksinasi tak
Pandang bulu

Sayang
Di rumah saja
Jangan gentayangan
Seperti petugas dan
Tka impor itu

Lapar?

Tetaplah di rumah
Rasakan lilitannya
Di perut

Siapapun kalian
Tukang gorengan
Atau pedagang warteg
Sehat atau sakit pukul rata
Isoman isoman

Artinya?

Darurat sipil.

Polisi
Dapat obyekan baru
Mengkriminalisasi rakyat
Seperti pencuri paxinjin
Ping

Zaman baru telah datang
Mukidi kalabendu
Musuh bukan lagi
Koruptor rentenier bandar
Narkoba pemeras debt collector penyusup dari luar

Uang jadi ukuran baik buruk

Proxy war
Orang tak lagi pilih
Presiden perdana mentri senat wakil rakyat
Tapi down line
Bagi orang-orang superkuasa
Oligarki pegang remout controll

Tugas kepala negara wakil
Rakyat dan aparat
Mengamankan
Kepentingan
Oligarki
Tuannya dunia
Protes jadi barang haram

Di zaman mukidi kalabendu
Musuh negara adalah rakyat yang berteriak
Buruh yang berteriak
Mahasiswa yang berteriak
Pedagang guru kyai ulama
Habib aktivis atau siapa
Pun yang berteriak
Punya konsep lain

Di sudut sana
Petugas medis dan
Vaksinasi terpapar virus
Corona?

Bukan
Typus colera disentri maag gagal ginjal liver jantung asma kencing manis
Semua bahan comorbid
Kambing hitam sempurna
Yang tidak berteriak
Protes

Orang-orang mati bareng
Petugas medis sesak napas
Kelamaan dalam apd
Oxygen oxygen

Berteriaklah
Katakan apa saja
Kami tidak punya telinga

Berarti anda bertelur

Kami tidak punya mata

Seperti cacing tanah?

Kami tak punya hati

Mirip anjing srigala tikus?

Jangan bicara sembarangan
Kami bisa tembak saudara

Di sini?

Tidak
Ada cctv
Kami tunggu kalian di km 50,4

IR
Seberang
Saripan Pacific, 210521
—-
Dari Kumpulan Puisi Cinta ishak rafick

Advertisement

Tinggalkan Komentar