Puisi Rickardo Chairat

​Duduk sendiri di remangnya malam,
Sebatang rokok di jemari telah padam.
Aku terpaku di ceruk sunyi,
Jiwa yang terang kembali kelam.

​Larik waktu makin menahan sepi,
Bisik kenangan kembali bernyanyi.
Mimpi dipaksa untuk menyerah,
Pada takdir yang membuyarkan lini.

​Sering hanyut di dalam kepalsuan,
Diam pasrah menuju kekalahan.
Berharap menang dari belakang,
Saat itulah terjerat kebodohan.

​Kaki ini ingin terus melangkah,
Meski bayang sendiri mulai lelah.
Teruslah tersenyum meneguk pahit,
Sampai tubuh kembali jadi tanah.

​Bersemayam, menunggu, lalu berlalu,
Hingga terdengar senandung rindu.
Tangan memanggil dan melambai,
Namun sayang, bukan pada dirimu.

Bungo, 4 September 2026

Advertisement

Tinggalkan Komentar