Oleh : Jacob Ereste
Mulai dari baju koko, kopiah, sajadah dan jadah, sudah menggoda ingatan dalam rangka menyambut lebaran yang sudah diujung pintu. Sebab ramadan segera pamit meninggalkan banyak kesan, seperti makan sahur yang penuh jegembiraan, meski lauk pauknya ada yang kurang, toh yang lebih penting dari semua itu adalah kekhusyukan dalam menikmati laku spiritual yang pada hakekatnya untuk mendekat kepada Tuhan.
Karena itu, puasa pun lebih bersifat personal, sebab semua hikmahnya akan menjadi milik pribadi, kendati babyak hal yang terkait dengan pelaksanaan puasa itu tidak kalah banyak dilakukan justru untuk orang lain.
Advertisement