Oleh : Jacob Ereste

Mulai dari baju koko, kopiah, sajadah dan jadah, sudah menggoda ingatan dalam rangka menyambut lebaran yang sudah diujung pintu. Sebab ramadan segera pamit meninggalkan banyak kesan, seperti makan sahur yang penuh jegembiraan, meski lauk pauknya ada yang kurang, toh yang lebih penting dari semua itu adalah kekhusyukan dalam menikmati laku spiritual yang pada hakekatnya untuk mendekat kepada Tuhan.

Karena itu, puasa pun lebih bersifat personal, sebab semua hikmahnya akan menjadi milik pribadi, kendati babyak hal yang terkait dengan pelaksanaan puasa itu tidak kalah banyak dilakukan justru untuk orang lain.

Advertisement
Artikulli paraprakPeradaban Sebagai Produk Bersama Umat Manusia
Artikulli tjetërAntisipasi Kebijakan Ekonomi dan Politik dalam Perang Iran-Israel