Oleh: Rickardo Chairat

Mulai…
Hompimpa alaium gambreng
Aku kucing kamu tikus
Yang lainnya sebagai tikus-tikus penjaga
Aku kejar, kamu pun lari
Tikus-tikus penjaga langsung bergerak melindungi

Aku diam sejenak, kamu pun diam
Para penjaga turut diam, tetapi matanya selalu mengawasi gerak-gerikku
Aku kembali berniat mengejarmu
Kamu pun tersenyum dibalik para penjaga,
Dinding hidup yang siap menyelamatkanmu

Kupaksa terobos para penjaga
Tetapi tangan mereka saling begandengan erat
Aku mulai putus asa, karena tak melihat celah untuk menembus penjagaan
Aku mulai kesal melihat tingkahmu dalam lingkaran
Kamu berjoget sambil tersenyum mengejek

Pikiran nakalku hadir di tengah permainan
Kuikuti gayamu, berjoget sambil mengejek
Kutawari para tikus penjaga permen karet
Gandengan tangan mereka pun mulai longgar
Membuatku bisa masuk menangkapmu sambil tertawa terpingkal-pingkal

Permainan berlanjut
Sekarang aku menjadi tikus, kamu menjadi kucing
Para penjaga kupertahankan, tak boleh digantikan dengan pemain baru
Karena permen karetku masih banyak

Kamu seperti orang kebingungan
Tak bisa masuk, apalagi menangkapku
Akhirnya kamu menyerah
Dan bilang, “Hompimpa Alaium”
Permainan pun bubar…
Berganti dengan “saya orang kaya, saya orang miskin”

Bungo, 21/01/2026

Advertisement
Artikulli paraprakMinim Sosialisasi SNBP di SLB, Komunitas DISINI Soroti Hambatan Akses Kuliah bagi Siswa Difabel
Artikulli tjetërPena Bukan Kriminal

Tinggalkan Komentar