Oleh: Pril Huseno

Tersebutlah, seorang lansia yang tengah kepingin sekali ngopi di malam hujan kawasan Taman Puring Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Sebutlah Namanya Pak Karim. Bapak tua ini sedang menjaga anaknya yang tengah dirawat di rumah sakit swasta di area tersebut.

Keluar hospital, tengok kiri kanan, ia berjalan menyusuri tepian trotoar menuju sebuah warkop kecil. Tujuannya memang mencari kopi hitam panas agar tenggorokan terasa lebih segar. Tapi langkahnya kendur setelah melihat warkop tersebut penuh pengunjung. Kebanyakan pula bapak-bapak. Malas bertegur sapa permisi minta kursi, lansia ini meneruskan langkah ke timur. Jumpalah di sebelah kanan sebuah kafe besar yang mayoritas diisi anak muda.

Sejenak bapak ini ragu mau masuk atau tidak, karena baginya, kumpul ngopi dengan anak anak muda bak masuk ke negeri tak bertuan. Tiada seorangpun yang dikenal untuk disapa atau diajak ngobrol.

Advertisement
Artikulli paraprakPrabowo: Bertahan atau Disantap
Artikulli tjetërRekonstruksi Pemikiran Prabowo dan Tantangan Ke Depan

Tinggalkan Komentar