Jakarta, Kansnews.com – Timnas Garuda semalam (07/08/2026) memang gugur secara menyakitkan dari ajang bola sepak piala AFF, setelah ditahan Singapura 1 -1 dalam laga di Stadion Jalan Besar, kota Singapura. Meskipun demikian, banyak pihak meminta agar jangan terburu-buru menyalahkan apalagi mendowngrade pelatih kaliber internasional John Herdman, yang saat ini sedang menangani timnas Garuda. Apalagi squad Garuda yang diturunkan di ajang AFF memang tim kelas dua.

Setelah resmi ditunjuk oleh PSSI pada (03/01/2026) lalu sebagai pelatih timnas Indonesia, baik untuk tim senior maupun U-23. Herdman mulai menunjukkan efektivitas kepelatihannya ketika timnas Garuda bisa mengalahkan tim-tim sepakbola luar negeri seperti Oman (3-0) – yang merupakan kemenangan pertama Indonesia setelah 38 tahun atas Oman – St Kitts and Nevis (4-0) serta Mozambik (1-0). Timnas Garuda hanya dua kali kalah melawan Bulgaria dan Vietnam di piala AFF beberapa hari lalu.

Dalam enam pertandingan sejak menangani Indonesia, Herdman mencatat empat kemenangan, satu imbang, dan dua kekalahan. Kemenangan terakhir Garuda terjadi saat menghancurkan Kamboja 5-1 di fase grup Piala AFF 2026, sementara kemenangan lain datang dari kandang Timor Leste (3-0).

Advertisement

Rekam jejak perjalanan John Herdman dalam melatih sepakbola memang jangan dianggap enteng. PSSI sendiri, melakukan penetapan didasarkan pada riwayat Herdman yang dinilai komplet. PSSI juga yakin pelatih berusia 50 tahun itu sudah teruji di level internasional, mulai dari pengembangan akar rumput hingga membangun tim kompetitif di panggung dunia.

Figur Berpengaruh Sepakbola Modern

Herdman dikenal sebagai salah satu figur berpengaruh dalam sepak bola modern. Reputasinya tidak hanya dibangun dari deretan prestasi, tetapi juga dari pendekatan kepemimpinan yang menitikberatkan kepercayaan, kejelasan peran, serta kekuatan kolektivitas tim.

Karier kepelatihannya membentang dari program pengembangan sepak bola Selandia Baru, kesuksesan panjang bersama Timnas Kanada, hingga kebangkitan Toronto FC di Major League Soccer (MLS).

Sepanjang kariernya, Herdman telah memimpin 160 laga internasional resmi. Dari jumlah tersebut, ia mencatat 81 kemenangan, 23 hasil imbang, dan 56 kekalahan, dengan persentase kemenangan mencapai 50,62% dan rata-rata 1,66 poin per pertandingan.

Bersama Timnas Kanada, termasuk kelompok usia U-23, Herdman membukukan 37 kemenangan dari 62 laga, dengan tingkat kemenangan hampir 60% dan rata-rata 1,93 poin per pertandingan.Sepak Bola

Adapun saat menangani timnas Putri Kanada, ia mencatat rasio kemenangan 57,4% dengan raihan 2,01 poin per laga.

Salah satu indikator paling nyata dari keberhasilannya terlihat pada lonjakan peringkat FIFA Kanada. Saat Herdman mulai menangani timnas putra pada Maret 2018, Kanada berada di posisi 90 dunia.

Dalam tempo empat tahun, peringkat tersebut melonjak hingga ke posisi 33 pada Februari 2022, yang menjadi capaian tertinggi sepanjang sejarah sepak bola Kanada sebelum Herdman mengakhiri tugasnya pada 2023.

Fondasi kepelatihan Herdman dibangun sejak awal kariernya di Selandia Baru. Pada periode 2001-2011, ia menjabat sebagai Regional and National Football Development Director.

Dalam peran tersebut, Herdman merancang sistem pembinaan nasional, termasuk Whole of Football Plan 2010, kurikulum kepelatihan nasional, serta sistem pengembangan talenta terpadu.

Pada 2006, Herdman dipercaya menangani timnas Putri Selandia Baru. Ia membawa tim tersebut mencatat prestasi bersejarah di Olimpiade Beijing 2008 dan Piala Dunia 2011, termasuk menjuarai Oseania 2010 dan mencatat kemenangan perdana atas tim Eropa dan Amerika Selatan.

Puncak karier internasionalnya terukir saat menangani timnas putri Kanada sejak 2011. Di bawah kepemimpinannya, Kanada menjelma menjadi kekuatan utama dunia dengan raihan emas Pan American Games 2011, dua medali perunggu Olimpiade 2012 dan 2016, serta menembus peringkat keempat FIFA dunia.

Kanada juga mencatat rekor kemenangan dan produktivitas gol tertinggi dalam satu musim pada 2016.Kompetisi Olahraga Internasional

Tantangan besar berikutnya datang pada 2018 ketika Herdman beralih menangani timnas putra Kanada. Hasilnya menjadi tonggak sejarah. Kanada lolos ke Piala Dunia 2022 untuk pertama kalinya sejak 1986, mencatat rekor 17 laga kualifikasi tanpa kekalahan, serta mencetak gol perdana di putaran final Piala Dunia.

Karier Herdman berlanjut di level klub saat bergabung dengan Toronto FC pada 2023. Ketika itu, klub berada di dasar klasemen MLS. Klub juga menembus fase grup Leagues Cup untuk pertama kali dan mencapai final Canadian Championship. (p17)

Disadur dari: mediaindonesia.com

Foto: mediaindonesia.com/AFP















Advertisement

Tinggalkan Komentar