Reportase : Red/p17
Kalau anda kebetulan melintasi jalan raya Berbah-Sleman DIY, dari arah barat setelah simpang empat Maguwo menuju ke timur, maka sebelum gerbang utama markas Korpasgat/Paskhas TNI AU di sebelah kiri jalan akan ditemui spanduk besar bertuliskan ‘’Kue Bu Arifin”.
Di situlah – di timur kantor Koperasi Korpasgat/Paskhas TNI AU – tempat usaha penjualan kue jajanan pasar Tiga Bersaudara yang cukup dikenal dan digandrungi oleh warga Maguwo serta seputaran markas untuk sekadar membeli kue-kue dan makanan sarapan di pagi hari.
Kansnews.com berkesempatan singgah dan mewawancarai Lita Andini atau yang biasa disapa Mbak Ita, didampingi oleh Hana Herawati, saudara kandung dari tiga bersaudara tersebut. Satu lagi Rose Nilawati kebetulan sedang tidak berada di tempat.

“Usaha kami ini merupakan kelanjutan dari usaha kue-kue ibu kami Bu Arifin almarhumah, yang mulai membuka lapak jajanan pasar di area Pasar Bantengan, Banguntapan DIY pada 1998 lalu,’’ tutur Lita Andini membuka percakapan.
‘’Karena kebetulan kami tiga bersaudara ini membantu usaha ibu di Lokasi pasar tersebut, yang pada saat itu hanya ada dua pedagang jajanan pasar. Waktu itu usaha ibu saya ramai sekali pembeli,’’ tambah Lita.
Lita yang sempat kuliah di Fakultas MIPA UII pada 2000 – 2004, sebelum terjun membantu usaha ibunya sempat bekerja di salah satu Perusahaan di Yogyakarta. Karena merasa hasil dari bekerja hanya sebegitu saja, Lita kemudian memutuskan berhenti bekerja dan total membantu usaha jajanan pasar ibunya.
‘’Karena usaha ibu saya ramai sekali pembeli, maka saya memutuskan berhenti bekerja dan membantu penuh usaha ibu saya tersebut,’’ imbuh Lita lagi, yang keluarganya merupakan perantau asal Majalengka, Jawa Barat, di Yogyakarta.
Di tengah kemajuan usaha tersebut, pada 2020 tiba-tiba datang musibah wabah virus Covid-19, dan menyebabkan usaha jajanan pasar ibu Arifin di Pasar Bantengan terhenti.
‘’Saat musim covid-19 tersebut, kami tidak boleh lagi berdagang. Namun jalan rezeki datang kembali pada 2021 ketika ada tawaran pihak Paskhas TNI AU untuk membuka lapak dagangan jajanan pasar di Lokasi yang sekarang ini,’’ kenang Lita.
Sejak itulah usaha jajanan pasar Bu Arifin yang diawaki oleh tiga bersaudara ini kembali berjalan lancar. Usaha tersebut, selain menjual kue-kue buatan sendiri, juga menerima titipan aneka macam kue dan nasi sarapan pagi bagi mereka yang membutuhkan.
Usaha jajajan pasar di pagi hari, memang amat digandrungi oleh ibu-ibu terutama bagi yang pergi bekerja, atau siswa yang berangkat ke sekolah dan membutuhkan asupan sarapan pagi.
Maka sekali lagi, bagi anda yang di pagi hari kebetulan melintas area Berbah DIY sebelum gerbang utama Korpasgat/Paskhas TNI AU, silakan mampir untuk sekadar mencicipi aneka jajanan pasar yang tersedia. (p17)










