Yogyakarta, Kansnews.com – Ini tahun ketiga Sastra Bulan Purnama dan Gallery Sangkring melakukan sinergi, pembacaan puisi di tengah pameran seni rupa Yogya Annual Art (YAA) masih berlangsung. Setiap bulan Agustus di sela-sela pameran YAA, selalu diisi pembacaan puisi, tidak hanya oleh penyair, melainkan juga menampilkan pembaca puisi dari kalangan perupa.
Sastra Bulan Purnama edisi 179 ini akan diselenggarakan Sabtu, 22 Agustus 2026, pkl. 15.30-18.00 di Gallery Sangkring, atau lebih dikenal dengan sebutan Bale Banjar Sangkring, Jl. Nitiprayan No.88, RT.01/RW.20, Sanggrahan, Ngestiharjo, Kec. Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55182.
Para pembaca puisi, selain penyair, perupa, komedian, wartawan, fotografer, kurator seni rupa, dan seorang guru besar antroplologi FIB UGM, Prof. Dr. PM. Lakosno. Selain itu ada lagu puisi, oleh Yupi dan Luwi Darto. Keduanya sering menggubah puisi menjadi lagu. Para pembaca puisi ialah: Aan Subhansyah, Afnan Malay, Alex Luthfi, Ampun Sutrisno, Anang Batas, Ani Himawati, Ida Fitri, Khocil Birowo. Meuz Prast, Rain Rosidi, Rina Widya, Sonia Prabowo, Suwarno Wisetrotomo, Watie Respati, Yantoro, Yuliani Kumudaswari.
Dr. Krisbudiman, kurator Sangkring menyampaikan, Sastra Bulan Purnama (SBP) Edisi 179, akan dihelat di atas panggung Bale Banjar Sangkring, Nitiprayan, Yogyakarta. Ini adalah kali ketiga SBP berlabuh di Sangkring Art Space, sebagai wujud partisipasi menjangkar peristiwa seni tahunan yang tengah berlangsung di sana, yakni Yogya Annual Art #11.
Ditambahkan oleh Krisbudiman, Yogya Annual Art (YAA) itu sendiri telah terselenggara secara rutin dan berkesinambungan sejak 2015 hingga kini. Untuk tahun 2026 kerangka kuratorial YAA dirumuskan sebagai tema “Direction”. Ratusan nama perupa terlibat sebagai partisipan, baik dari Yogyakarta, provinsi-provinsi lain, maupun lintas-negara.
Dengan pertimbangan tematik itu, Sastra Bulan Purnama mengambil tema “Lintasan Arah di Bulan Purnama”, yang sejalan dengan semangat YAA tahun ini,” Ujar Krisbudiman. Ons Untoro, Koordinator Sastra Bulan Purnama menyebutkan, setiap momentum Yogya Annual Art (YAA) Sastra Bulan Purnama meresponnya dengan pembacaan puisi, sekaligus untuk meneguhkan persahabatan antara perupa dan penyair.
“Pameran seni rupa YAA sebagai peristiwa budaya bertemu pembacaan puisi, sebagai peristiwa budaya yang lain. Bahwa peristiwa budaya, tidak hanya pertunjukan sastra dan pemeran seni rupa, melinkan ada pentas tari, musik, teater dan lainnya,” ujar Ons Untoro.
Ons Untoro menjelaskan, tahun 2026, tepatnya di bulan Oktober 2025, Sastra Bulan Purnama genap 15 tahun. Untuk menandainya akan diterbitkan buku puisi dengan tema Kota Kita, dan buku puisi diberi judul ‘Kata Kota Kita’, cover buku dibuat oleh seorang perupa Vincensius Dwimawan.
Proses kurasi puisi masih terus berlangsung diikuti 230 penyair dari berbagai kota di Indonesia, dari Jawa dan luar Jawa. Dari jumlah pengirim tersebut, puisi yang masuk akan dikurasi, hasilnya akan diumumkan di bulan Agustus 2026 ini.
“Selain peluncuran buku puisi, akan diselenggarakan pameran seni rupa cover buku yang diterbitkan Sastra Bulan Purnama, karya Vincensius Dwimawan. Mudah-mudahan minggu depan hasil kurasi sudah bisa diumumkan, sehingga jumlah puisi yang lolos kurasi bisa diketahui,” kata Ons Untoro.










