Puisi Joko Pranoto
sepanjang malam
kulahap Kabbalah
ingin mengerti:
mengapa mereka disebut hebat
menjelang fajar
kuajak indra –
menembus setiap garis
membaca warna
mencari jawab:
begitu sempurnakah
musyawarah burung?
belum sempat kupahami sebarispun tentang jagat batin syekh siti jenar – aku lunglai
kantuk memberi kapuk
dalam nanar
kulihat kaki-kaki diberkati
berjalan ringan
menuju seruan
ah, celaka
itu seruan yang seharusnya kupuja
bila aku terus begini
aku telah jadi bangkai
sebelum mati!
Banyuasin | Indonesia
5 September 2026
Advertisement










