rakyat pintar, petinggi ingkar, pembakar adalah siluman lebih pintar
Puisi oka swastika mahendra
Hutan kembali menyala
Langit kembali hitam
Rakyat kembali sesak
Petinggi kembali bicara
Siluman kembali menghilang
Rakyat membaca asap
Rakyat menghitung kerugian
Rakyat mencium permainan
Rakyat bertanya lantang
Siapa sebenarnya pembakar?
Petinggi pintar berpidato
Rapat digelar berulang
Satgas segera dibentuk
Helikopter kembali terbang
Api tetap berpesta
Titik api terlihat
Konsesi pun terlihat
Hotspot bukan rahasia
Peta bukan rahasia
Lalu pelaku menghilang
Hutan dibakar
Lahan berubah harga
Izin berubah makna
Tanah berubah tuan
Uang berubah alamat
Pembakar adalah siluman
Jejaknya mendadak lenyap
Namanya menjadi kabut
Tangannya tak terlihat
Untungnya tetap nyata
Rakyat kehilangan hutan
Satwa kehilangan rumah
Anak menghirup asap
Negeri kehilangan warisan
Siapa menghitung untung?
Jangan tangkap tangan
Cari otak pembakaran
Telusuri pemilik keuntungan
Bongkar rantai kekuasaan
Jangan berhenti bawah
Sampai kapan terbakar?
Sampai hutan habis?
Sampai rakyat lupa?
Atau sampai siluman
Lebih pintar lagi?
Jogjakarta, 6 September 2026
Advertisement










